Burnout Ancam Working Moms, Kesehatan Mental Jadi Perhatian
- 07 Mei 2026 06:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Fenomena kelelahan mental dan fisik atau burnout semakin banyak dialami oleh ibu bekerja (working moms). Kondisi ini muncul akibat tekanan pekerjaan yang berkepanjangan, ditambah tanggung jawab dalam mengurus keluarga, sehingga memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Burnout tidak hanya berdampak pada kondisi emosional, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menurunkan produktivitas kerja hingga memicu gangguan kesehatan fisik.
| Baca juga: Black Mold, Ancam Kesehatan Manusia |
Dilansir dari Helena Taylor Clinic, burnout pada ibu bekerja dapat memengaruhi profesionalisme di tempat kerja. Tekanan yang terus-menerus, ditambah minimnya waktu untuk diri sendiri, menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko kondisi ini.
Gejala burnout umumnya ditandai dengan hilangnya minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, rasa jenuh berkepanjangan, serta menurunnya motivasi. Dalam beberapa kasus, burnout juga dapat menimbulkan keluhan fisik seperti sakit kepala hingga gangguan tidur.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius, mengingat peran ganda yang dijalani oleh working moms. Tidak hanya sebagai pekerja profesional, mereka juga memiliki tanggung jawab dalam mengurus keluarga, yang sering kali menguras energi secara emosional.
Para ahli menekankan pentingnya kesadaran sejak dini terhadap tanda-tanda burnout. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat berdampak pada hubungan keluarga, performa kerja, hingga kesehatan jangka panjang.
Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Memberikan ruang bagi diri sendiri menjadi salah satu langkah penting agar ibu bekerja dapat tetap menjalankan perannya secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan mental.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....