Pemkot Probolinggo Libatkan Ratusan Perempuan Dukung Gerakan Cegah Stunting

  • 06 Mei 2026 21:05 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo terus menggencarkan upaya percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya dengan melibatkan ratusan perempuan dalam kegiatan “Optimalisasi Peranan Wanita dalam Mendukung Gerakan Cegah Stunting” yang digelar di wilayah Mayangan, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo ini melibatkan sekitar 180 peserta dari berbagai unsur, mulai dari kader PKK, kader posyandu, organisasi perempuan hingga unsur Persit, Bhayangkari, dan Dharma Wanita.

Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr Evariani menegaskan, perempuan khususnya para ibu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting.

“Perempuan, khususnya para ibu, adalah garda terdepan dalam mencegah stunting. Mulai dari memastikan asupan gizi anak hingga menjaga kesehatan keluarga,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar pemahaman tentang stunting tidak hanya sebatas teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan tinggi badan, tetapi juga berdampak pada perkembangan fisik dan mental anak.

Dalam kesempatan tersebut, Evariani turut mengingatkan penerapan metode A-B-C-D-E dalam pencegahan stunting, mulai dari konsumsi tablet tambah darah bagi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan rutin, konsumsi protein hewani, kehadiran rutin di posyandu, hingga pemberian ASI eksklusif.

Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Kota Probolinggo Intan Soedarmaji menyampaikan, angka stunting di Kota Probolinggo berhasil ditekan hingga 9,56 persen pada tahun 2025.

“Melalui kegiatan ini, kami melibatkan 180 peserta dari berbagai organisasi perempuan untuk memperkuat peran masyarakat dan lintas sektor dalam penurunan stunting,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi serta praktik pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan dasar ikan sebagai sumber protein hewani yang mudah dijangkau masyarakat.

Selain itu, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, pola makan sehat, serta peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Pemkot Probolinggo berharap melalui keterlibatan aktif perempuan, upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....