Waspada Flu Singapura: Cara Rawat Buah Hati di Rumah dengan Benar
- 05 Mei 2026 10:32 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Terjangkitnya penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (HFMD) atau yang lebih dikenal sebagai Flu Singapura pada anak seringkali membuat orang tua merasa khawatir. Meskipun umumnya bersifat ringan, penanganan yang tepat sangat krusial agar kondisi anak tidak memburuk dan proses penyembuhan berjalan lebih cepat.
Berikut adalah panduan praktis agar anak tetap aman dan nyaman saat terjangkit Flu Singapura:
- Fokus pada Hidrasi (Paling Utama)
Salah satu risiko terbesar Flu Singapura adalah dehidrasi. Luka atau sariawan di mulut sering membuat anak enggan makan dan minum karena rasa perih.
• Berikan cairan sedikit demi sedikit: Gunakan sendok atau sedotan jika perlu.
• Pilih suhu yang tepat: Berikan air putih dingin, susu dingin, atau jus buah yang tidak asam. Suhu dingin dapat membantu meredakan rasa perih di tenggorokan.
• Hindari makanan pemicu: Jauhi makanan asam (seperti jeruk), asin, atau pedas yang dapat mengiritasi sariawan. - Redakan Gejala Demam dan Nyeri
Anak biasanya akan mengalami demam dan rasa tidak nyaman pada kulit.
• Obat penurun panas: Berikan parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis anjuran dokter untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa nyeri akibat luka di mulut.
• Gunakan pakaian longgar: Pilihlah baju berbahan katun yang menyerap keringat agar ruam pada kulit tidak teriritasi oleh gesekan kain. - Isolasi Mandiri untuk Mencegah Penularan
Flu Singapura sangat menular melalui kontak langsung, air liur, maupun kotoran.
• Istirahat di rumah: Jangan biarkan anak sekolah atau bermain di tempat umum setidaknya selama 7-10 hari atau hingga luka di kulit benar-benar kering.
• Pisahkan alat makan dan mandi: Jangan mencampur penggunaan handuk, gelas, atau sendok anak yang sakit dengan anggota keluarga lain.
• Kebersihan tangan: Pastikan seluruh penghuni rumah rutin mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah membantu anak mengganti pakaian atau dari kamar mandi. - Perhatikan Kebersihan Lingkungan
Virus penyebab Flu Singapura dapat bertahan di permukaan benda.
• Sterilisasi mainan: Cuci mainan anak dan bersihkan permukaan benda yang sering disentuh (seperti gagang pintu) menggunakan disinfektan.
• Ganti seprai secara rutin: Jaga agar area tidur anak tetap bersih dan kering. - Kenali Tanda Bahaya (Kapan Harus ke Dokter?)
Meskipun bisa sembuh sendiri, Anda harus segera membawa anak ke rumah sakit jika muncul gejala berikut:
• Anak menunjukkan tanda dehidrasi (buang air kecil berkurang, mulut sangat kering, atau menangis tanpa air mata).
• Demam tinggi yang tidak kunjung turun setelah lebih dari 3 hari.
• Anak terlihat sangat lemas, mengantuk terus, atau tampak bingung.
• Muncul gejala saraf seperti kejang atau napas yang terengah-engah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....