Pendonor Lestari Jadi Andalan Ketersediaan Stok Darah
- 15 Apr 2026 18:04 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Dialog interaktif di RRI Malang menyoroti pentingnya keberadaan pendonor lestari dalam menjaga ketersediaan stok darah. Narasumber dari Poltekkes Malang menyebut peran ini sangat vital dalam sistem pelayanan darah.
Pendonor lestari merupakan individu yang secara rutin mendonorkan darahnya dalam jangka waktu tertentu tanpa harus diminta. Keberadaan mereka dinilai mampu membantu menjaga stabilitas stok darah di unit pelayanan darah.
“Pendonor lestari itu adalah mereka yang secara rutin datang mendonorkan darahnya, diminta atau tidak diminta,” jelas Hupitoyo, S.Kp., M.Kes. pada Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa pendonor jenis ini biasanya sudah memiliki pengalaman donor berulang hingga puluhan kali. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang telah mencapai ratusan kali donor dalam hidupnya.
Keberadaan pendonor lestari memudahkan pihak unit pelayanan darah dalam melakukan perencanaan kebutuhan stok. Hal ini karena jumlah dan ketersediaan mereka relatif dapat diprediksi setiap periode tertentu.
“Justru keberadaan mereka inilah yang menjadi andalan stok darah di unit donor,” ujarnya.
Selain itu, sistem pelayanan darah juga telah membentuk jejaring dan kelompok pendonor untuk mempermudah koordinasi. Melalui sistem tersebut, kebutuhan darah tertentu dapat segera direspons tanpa harus mencari secara acak.
Narasumber menyebut bahwa komunikasi melalui grup atau jaringan pendonor sangat membantu dalam kondisi darurat. Dengan demikian, kebutuhan darah untuk pasien dapat terpenuhi lebih cepat dan tepat.
“Biasanya kita sudah punya kantong-kantong pendonor yang siap dihubungi ketika dibutuhkan,” tambahnya.
Namun demikian, tidak semua pendonor dapat langsung tergolong sebagai pendonor lestari tanpa melalui proses tertentu. Diperlukan konsistensi, kondisi kesehatan yang baik, serta kedisiplinan dalam menjaga jarak waktu antar donor.
Selain itu, pendonor juga harus tetap memenuhi seluruh persyaratan medis setiap kali melakukan donor darah. Hal ini penting untuk memastikan keamanan baik bagi pendonor maupun bagi penerima transfusi darah.
“Yang penting kondisi fisik tetap dijaga agar selalu memenuhi syarat setiap kali donor,” tegasnya.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat dinilai perlu terus ditingkatkan untuk mendorong munculnya pendonor baru. Hal ini penting agar jumlah pendonor lestari dapat terus bertambah dan memperkuat ketersediaan stok darah.
Dengan semakin banyaknya pendonor rutin, diharapkan kebutuhan darah di berbagai fasilitas kesehatan dapat terpenuhi. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....