Penelitian Dosen Poltekkes, Senam Kaki Upaya Cegah Komplikasi Diabetes Lansia

  • 15 Apr 2026 13:46 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Diabetes mellitus masih menjadi salah satu penyakit yang banyak dialami masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia). Selain berdampak pada kadar gula darah, penyakit ini juga berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti luka pada kaki akibat gangguan sirkulasi.

Menjawab persoalan tersebut, dosen D3 Keperawatan Lawang, Poltekkes Kemenkes Malang, Nurul Hidayah bersama tim melakukan penelitian yang dilanjutkan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG), Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Hasil penelitian awal menunjukkan lebih dari 50 persen responden memiliki kadar glukosa darah tinggi. Dari sisi pengetahuan, sebanyak 69 persen lansia juga belum memahami secara baik tentang diabetes mellitus serta pencegahan luka akibat penyakit tersebut,” ungkap Nurul, Rabu (15/4/2026).

Temuan lain mengungkapkan bahwa sebelum edukasi diberikan, tingkat pengetahuan lansia mayoritas berada pada kategori kurang dan cukup.

“Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya pemahaman terkait pentingnya perawatan diri untuk mencegah komplikasi, khususnya pada kaki,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, tim kemudian menggelar edukasi dan pelatihan langsung kepada para lansia. Kegiatan tidak hanya berupa penyuluhan, tetapi juga melibatkan peserta secara aktif melalui pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti pengecekan kadar gula darah, serta praktik pencegahan.

Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah senam kaki diabetes. Para lansia diajak mempraktikkan gerakan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Nurul Hidayah menjelaskan, senam kaki memiliki manfaat untuk melancarkan peredaran darah, memperkuat otot, serta mencegah kekakuan sendi.

“Dengan gerakan sederhana, senam kaki dapat membantu mengurangi risiko luka dan menjaga kesehatan lansia secara keseluruhan,” ujarnya.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta. Setelah mendapatkan edukasi, mayoritas lansia mengalami peningkatan pemahaman terkait diabetes dan pencegahan komplikasinya.

“Namun demikian, hasil pemeriksaan juga menunjukkan sebagian peserta masih berada pada kondisi gula darah tinggi, termasuk kategori prediabetes dan diabetes. Hal ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan serta pemantauan kesehatan secara rutin,” tuturnya.

Melihat antusiasme peserta, kegiatan ini kemudian dilanjutkan sebagai bagian dari pengabdian masyarakat. Edukasi dan latihan senam kaki dilakukan secara berkelanjutan agar lansia terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, peserta juga mendapatkan kesempatan berkonsultasi langsung terkait kondisi kesehatannya dengan pendampingan tenaga medis, termasuk dr. Yuna.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian lansia dalam menjaga kesehatan, sekaligus menekan risiko komplikasi diabetes melalui langkah sederhana yang dapat dilakukan secara rutin,” ujarnya.

Dengan penerapan kebiasaan seperti senam kaki, kualitas hidup lansia diharapkan dapat meningkat secara bertahap.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....