Serangan Jantung Koroner Terjadi karena Aliran Darah Tersumbat

  • 10 Apr 2026 16:11 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang — Serangan jantung koroner merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang masih menjadi penyebab kematian cukup tinggi di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung mengalami gangguan akibat penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Hal tersebut disampaikan dr. Indra Prasetya Sp.JP, Subsp.I.K.Kv (K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dalam Dialog Malang Siang Ini di Pro 1 RRI Malang, Jumat (10/4/2026)

Menurut dr. Indra, jantung sebagai organ vital membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah agar dapat bekerja secara optimal memompa darah ke seluruh tubuh. Pasokan tersebut dialirkan melalui pembuluh darah koroner yang mengelilingi jantung. "Ketika pembuluh darah tersebut mengalami penyempitan atau bahkan tersumbat, maka aliran darah menuju otot jantung menjadi berkurang bahkan bisa terhenti sama sekali,"ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa penyumbatan tersebut umumnya terjadi akibat penumpukan plak yang terbentuk dari kolesterol, lemak, kalsium, serta zat lain di dalam pembuluh darah. Proses ini berlangsung secara perlahan dalam waktu yang cukup lama hingga akhirnya menyebabkan pembuluh darah menjadi semakin sempit. Ketika plak pecah, tubuh akan membentuk bekuan darah yang dapat menutup aliran darah menuju jantung.

Apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani, jaringan otot jantung dapat mengalami kerusakan permanen karena kekurangan oksigen. Oleh karena itu, dr. Indra menekankan pentingnya masyarakat memahami penyakit jantung koroner sejak dini agar dapat mengenali gejala serta melakukan upaya pencegahan sebelum kondisi menjadi lebih berat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....