Kenali Bayi Kuning pada Bayi Baru Lahir

  • 08 Apr 2026 14:51 WIB
  •  Malang
Poin Utama
  • Bayi kuning atau jaundice merupakan kondisi yang cukup sering dialami bayi baru lahir.
  • Kondisi bayi kuning ditandai dengan perubahan warna kulit dan bagian putih mata bayi menjadi kekuningan akibat meningkatnya kadar bilirubin dalam darah.

RRI.CO.ID, Malang – Bayi kuning atau jaundice merupakan kondisi yang cukup sering dialami bayi baru lahir. Kondisi ini ditandai dengan perubahan warna kulit dan bagian putih mata bayi menjadi kekuningan akibat meningkatnya kadar bilirubin dalam darah. Staf Divisi Bedah Anak KSM Bedah RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, dr. Sinung Wikanadi, SpB., SpBA, dalam dialog Malang Siang Ini menjelaskan bahwa bayi kuning biasanya mulai terlihat pada hari kedua hingga ketiga setelah kelahiran.

“Bayi kuning adalah kondisi ketika kulit bayi baru lahir tampak menguning, paling jelas terlihat pada bagian putih mata. Umumnya muncul pada usia 2–3 hari setelah kelahiran dan pada kondisi normal akan menghilang sendiri dalam waktu sekitar dua minggu,” jelas dr. Sinung, Rabu (8/4/2026)

Ia menerangkan, kondisi tersebut terjadi karena penumpukan bilirubin di dalam darah bayi. Bilirubin merupakan zat berwarna kuning yang dihasilkan dari proses pemecahan sel darah merah secara alami di dalam tubuh.

“Pada bayi baru lahir, fungsi hati belum berkembang sempurna sehingga proses pengolahan dan pembuangan bilirubin belum optimal. Akibatnya bilirubin menumpuk dan menyebabkan kulit serta mata bayi terlihat kuning,” ujarnya.

Menurut dr. Sinung, pada masa dalam kandungan bilirubin bayi dibantu oleh plasenta untuk dibuang dari tubuh. Setelah lahir, proses penyaringan bilirubin sepenuhnya dilakukan oleh hati bayi dan dikeluarkan melalui saluran pencernaan.

Karena organ hati bayi belum matang, proses pembuangan bilirubin menjadi lebih lambat. Kondisi yang umum terjadi ini disebut sebagai penyakit kuning fisiologis.

“Sebagian besar bayi kuning bersifat fisiologis dan tidak berbahaya. Dengan pemberian ASI atau susu formula yang cukup, sekitar 8 sampai 12 kali sehari, kadar bilirubin biasanya akan menurun secara bertahap,” katanya.

Meski demikian, orang tua tetap perlu mewaspadai kondisi bayi kuning yang tidak normal. Bayi kuning yang muncul kurang dari 24 jam setelah lahir atau bertahan lebih dari dua minggu dapat menjadi tanda penyakit tertentu.

Kondisi tersebut dikenal sebagai penyakit kuning patologis, yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti ketidakcocokan golongan darah ibu dan bayi (inkompatibilitas ABO atau rhesus), infeksi virus maupun bakteri, sepsis pada bayi, perdarahan internal, gangguan fungsi hati, kekurangan enzim tertentu seperti G6PD, hingga kelainan pada saluran empedu seperti atresia bilier.

Selain itu, bayi yang lahir prematur serta bayi yang mengalami kesulitan mendapatkan asupan ASI juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami bayi kuning.

Karena itu, dr. Sinung mengimbau orang tua untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila warna kuning pada bayi tampak semakin jelas, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti bayi tampak lemas dan sulit menyusu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....