Board Game Jadi Media Edukasi Donor Darah
- 03 Apr 2026 19:53 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Minat donor darah di kalangan generasi muda masih menjadi tantangan tersendiri. Banyak anak muda yang belum tertarik menjadi pendonor karena kurangnya edukasi yang menarik dan mudah dipahami.
Untuk mengatasi hal tersebut, edukasi donor darah kini dilakukan dengan cara yang lebih kreatif, yaitu melalui permainan papan atau board game. Inovasi ini dibahas dalam program Dialog Malang Siang Ini dengan tema “Edukasi Donor Darah Milenial yang Menyenangkan dengan Boardgames” Kamis (2/4/2026) siang, yang disiarkan oleh RRI Malang bersama narasumber Bapak Puryadi Wakil Ketua PDDI Kota Malang dan Ferdian Kelana Founder dari Mailoka Indonesia.
Board game edukasi donor darah yang diberi nama “Rescue” dirancang sebagai permainan kerja sama atau kooperatif. Dalam permainan ini, para pemain berperan sebagai admin yang bertugas membantu pasien yang membutuhkan darah sesuai dengan golongan darah dan rhesusnya.
Melalui permainan ini, pemain tidak hanya bermain, tetapi juga belajar mengenal golongan darah ABO dan rhesus, serta memahami pentingnya donor darah. Edukasi melalui permainan dinilai lebih efektif karena anak muda dapat belajar sambil bermain.
“Kalau seminar mungkin anak muda cepat bosan, tapi kalau melalui game mereka lebih tertarik dan lebih mudah memahami,” jelas Ferdian.
Selain mengenalkan donor darah, permainan ini juga mengajarkan kerja sama tim, pengambilan keputusan, dan kepedulian terhadap sesama.
Rencananya, board game ini akan didistribusikan ke sekolah-sekolah di Kota Malang melalui kerja sama dengan berbagai komunitas seperti Pramuka, Karang Taruna, dan Palang Merah Remaja.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya donor darah dan mau menjadi pendonor sejak usia 17 tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....