Jus Seledri Jadi Pilihan Alami Turunkan Asam Urat

  • 01 Apr 2026 18:02 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang — Perayaan Idul Fitri identik dengan berbagai hidangan khas yang kaya santan dan daging. Meski menggugah selera, konsumsi makanan berlebihan setelah Lebaran sering memicu meningkatnya kadar asam urat dalam tubuh. Karena itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak menjaga pola makan setelah masa perayaan agar kesehatan tetap terjaga.

Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah mengonsumsi jus seledri. Sayuran ini dikenal memiliki kandungan antioksidan serta senyawa antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan akibat meningkatnya kadar asam urat. Selain itu, seledri juga memiliki sifat diuretik ringan yang membantu tubuh membuang kelebihan asam urat melalui urine. Kandungan nutrisi dalam seledri menjadikannya salah satu pilihan alami yang kerap dianjurkan untuk mendukung pengelolaan kondisi Asam Urat.

Kenaikan kadar asam urat setelah Lebaran umumnya terjadi karena konsumsi makanan tinggi purin, seperti daging merah, jeroan, serta berbagai hidangan bersantan. Ketika asupan purin meningkat, tubuh akan menghasilkan lebih banyak asam urat dari proses metabolisme. Kondisi tersebut dapat semakin diperparah apabila asupan cairan kurang serta aktivitas fisik menurun selama masa libur.

Untuk membuat jus seledri, masyarakat dapat menggunakan beberapa batang seledri segar yang telah dicuci bersih, kemudian diblender dengan air secukupnya hingga halus. Agar rasanya lebih segar, minuman ini dapat ditambahkan sedikit madu atau perasan lemon. Konsumsi secara rutin dalam jumlah wajar dapat membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, terutama setelah mengonsumsi makanan berat.

Selain jus seledri, terdapat beberapa makanan alami lain yang dapat membantu menurunkan risiko meningkatnya asam urat. Buah ceri diketahui efektif menurunkan risiko serangan gout, sementara buah-buahan yang kaya vitamin C seperti jeruk dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah. Sayuran rendah purin seperti bayam dan brokoli, serta sumber karbohidrat kompleks seperti kentang, juga dapat menjadi pilihan menu yang lebih sehat.

Asupan cairan juga memegang peran penting dalam membantu ginjal membuang kelebihan asam urat dari tubuh. Masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi air putih setidaknya dua liter per hari. Selain itu, minuman seperti air lemon hangat, teh herbal, atau infused water dengan mentimun dan jeruk dapat menjadi alternatif untuk menjaga hidrasi. Sebaliknya, konsumsi minuman manis berlebihan serta alkohol sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk kondisi.

Untuk mencegah kekambuhan, masyarakat juga disarankan menjaga pola makan seimbang, membatasi makanan tinggi purin, mempertahankan berat badan ideal, serta rutin melakukan aktivitas fisik ringan. Dengan langkah sederhana tersebut, kenaikan kadar asam urat setelah Lebaran dapat dikendalikan sehingga masyarakat tetap dapat menikmati hidangan khas tanpa mengabaikan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....