Minim Ruang Cerita, Pojok Curhat Jadi Solusi

  • 01 Apr 2026 14:55 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, malang - Upaya menjaga kesehatan mental masyarakat terus diperkuat melalui berbagai pendekatan yang lebih humanis dan mudah diakses. Salah satunya melalui program Indonesia Sehat Jiwa yang menitikberatkan pada pencegahan bunuh diri secara komprehensif dan terlatih. Dalam program ini, hadir layanan Pojok Curhat yang memberikan ruang aman bagi masyarakat untuk berbagi cerita secara gratis. Layanan ini didukung oleh para volunteer terlatih yang berperan sebagai teman curhat, dengan pendampingan psikolog dan psikiater.

Menurut Christo Tulung, CHt, CCP, CMHFA, selaku Konselor dan Ketua Bidang Program Indonesia Sehat Jiwa dalam dialog bersama RRI Malang pada Rabu (1/4/2026), kebutuhan untuk didengarkan saat ini menjadi hal yang sangat mendasar. “Kita melihat di masyarakat, banyak orang sebenarnya tidak kekurangan teman atau keluarga, tapi mereka kekurangan ruang aman untuk bercerita,” ujarnya. Kondisi ini membuat banyak individu memilih memendam perasaan sendiri, yang dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan mental mereka.

Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan kesehatan mental bukan hanya tentang gangguan klinis, tetapi juga tentang minimnya ruang ekspresi emosi yang sehat. Christo menegaskan bahwa tidak semua orang yang datang untuk curhat membutuhkan solusi atau nasihat. “Tidak semua orang butuh tanggapan atau solusi. Kadang mereka hanya butuh didengar saja,” jelasnya. Dalam proses bercerita, seseorang sebenarnya sedang melepaskan emosi yang terpendam, sehingga kehadiran pendengar yang tepat menjadi sangat penting.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa menjadi pendengar yang baik bukan berarti hanya diam saat orang lain berbicara. “Jadi pendengar yang baik itu bukan sekadar diam, tapi hadir dengan perhatian, rasa hormat, dan empati,” ungkap Christo. Respon sederhana seperti mengakui perasaan lawan bicara atau menunjukkan bahwa kita memahami situasinya, sering kali jauh lebih berarti daripada memberikan nasihat panjang lebar.

Program Pojok Curhat sendiri hadir dalam dua bentuk layanan, yakni online dan offline. Untuk layanan tatap muka, masyarakat dapat mengunjungi Malang Creative Center (MCC) lantai 5 setiap hari Senin dan Kamis, mulai pukul 10.00 hingga 19.00 WIB. Di sana, para volunteer siap menjadi teman cerita dengan pendekatan yang empatik dan tanpa menghakimi, sehingga masyarakat dapat merasa lebih nyaman dan terbuka. Sedangkan untuk layanan daring, bisa melalui akun resmi maupun media sosial Indonesia Sehat Jiwa.

Melalui berbagai layanan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental semakin meningkat. Kehadiran ruang aman untuk bercerita menjadi langkah awal yang sederhana namun berdampak besar. Seperti yang disampaikan Christo, “Setiap orang yang curhat membawa emosi yang perlu dikeluarkan, dan yang mereka butuhkan adalah respon yang manusiawi.” Dengan demikian, upaya kolektif untuk saling mendengarkan dapat menjadi salah satu kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat secara jiwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....