Merokok Dapat Menyebabkan Kerusakan Mata yang Tidak Dapat Dipulihkan

  • 26 Mar 2026 07:11 WIB
  •  Malang

RRI.CO. ID, Malang : Merokok dapat mengakibatkan kerusakan mata yang bersifat permanen karena zat berbahaya yang terkandung dalam asap rokok masuk ke dalam sirkulasi darah dan menyerang berbagai bagian rentan di mata, termasuk retina, makula, dan lensa. Senyawa berbahaya seperti nikotin dan tar dapat memicu peradangan, merusak pembuluh darah kecil, serta mengganggu pasokan oksigen ke area mata. Akibatnya, hal ini meningkatkan kemungkinan terserangnya penyakit seperti degenerasi makula terkait usia (AMD), glaukoma, katarak, serta kerusakan pada saraf optik yang dapat menyebabkan kebutaan.

Dilansir dari Verywell Health, Kamis (26/3/2026) meskipun seorang individu menghentikan kebiasaan merokok, beberapa kerusakan dapat tetap ada. Membran dasar retina dan pembuluh darah kecil bisa tetap menyempit, yang memungkinkan akumulasi limbah di bawah retina yang berpotensi memperburuk AMD dari fase kering menjadi fase basah. Di samping itu, sisa nikotin dan tar yang tersisa di tangan dapat menyebabkan iritasi pada mata, terutama bagi pengguna lensa kontak, yang dapat mengakibatkan sensasi terbakar, kekeringan pada mata, uveitis, serta iritasi berkepanjangan. Pada anak-anak, meskipun hanya dengan sedikit paparan asap rokok pasif dapat merusak pasokan darah ke retina. Sementara itu, merokok selama masa kehamilan dapat menularkan racun kepada fetus, yang dapat menyebabkan gangguan perkembangan saraf optik, kondisi mata juling, serta meningkatkan kemungkinan kebutaan pada bayi yang lahir prematur. Karena retina tidak mampu melakukan regenerasi dengan baik setelah mengalami kerusakan, setiap episode merokok dalam kehidupan seseorang akan selalu meningkatkan risiko timbulnya masalah pada mata.

Selain risiko yang ditimbulkan oleh rokok biasa, terpapar asap rokok di sekeliling kita juga berbahaya. Hanya dengan berada di dekat asap rokok atau menyentuh produk rokok dapat menimbulkan iritasi pada mata, memperburuk kondisi mata yang kering, dan memengaruhi kualitas air mata. Risiko lain berasal dari penggunaan e-cigarette dan vape yang, walaupun belum diteliti secara mendalam seperti rokok konvensional, sudah terbukti mengandung bahan kimia yang berpotensi menyebabkan stres oksidatif, peradangan, dan kadang-kadang menghasilkan formaldehida, zat yang dapat mengiritasi dan berpotensi kanker yang merugikan kesehatan mata. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa individu yang menggunakan vape memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami mata kering dan penurunan kestabilan film air mata. Sementara itu, dampak merokok ganja masih belum jelas; beberapa studi menunjukkan adanya penurunan tekanan pada mata, sedangkan penelitian lainnya menemukan bahwa senyawa inflamasi yang dilepaskan dapat berpengaruh negatif dalam jangka panjang. Para pakar menyarankan untuk menjauhi semua jenis produk rokok atau vape karena belum ada kejelasan mengenai dampak jangka panjangnya terhadap mata. Cara terbaik untuk melindungi kesehatan mata adalah dengan berhenti merokok sepenuhnya, menjalani pemeriksaan mata secara berkala setiap tahun, serta mengadopsi gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan, menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol, serta aktif berolahraga untuk meminimalkan risiko AMD dan masalah mata lainnya. (Dito Fontana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....