Psikolog HIMPSI Malang Soroti Fenomena Peterpan Syndrome
- 08 Mar 2026 09:15 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Fenomena banyaknya anak muda yang seakan sering lari dari tanggung jawab, ternyata mendapatkan perhatian dari kalangan psikolog. Bahkan dalam pengamatan mereka, dalam banyak kasus, mereka terjebak dalam Peterpan syndrome.
Peterpan syndrome ini sendiri, adalah kondisi ketika seseorang enggan atau kesulitan menjalani tanggung jawab sebagai orang dewasa. KOndisi yang cukup mengkhawatirkan ini menjadi topik pembahasan dalam talkshow Dialog Psikologi yang menghadirkan narasumber Defani Ismiriam Rakhmi, S.Psi, M.Psi. psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Malang.
Dalam dialog yang ditayangkan RRI Malang Kamis (5/3/2026) malam ini, psikolog Defani menjelaskan bahwa Peterpan syndrome bukanlah gangguan mental resmi, melainkan istilah psikologis yang menggambarkan perilaku individu yang cenderung ingin terus hidup seperti anak-anak. Mereka umumnya menghindari tanggung jawab, sulit mengambil keputusan besar, dan kurang siap menghadapi tuntutan kehidupan dewasa.
Menurut Defani, salah satu faktor utama yang memengaruhi munculnya fenomena ini adalah pola asuh orang tua sejak masa kanak-kanak. Anak yang terlalu dimanjakan atau selalu dilindungi dari berbagai kesulitan cenderung tumbuh tanpa kemampuan menghadapi tantangan secara mandiri. Sebaliknya, anak yang tidak mendapatkan bimbingan emosional yang cukup juga berisiko mengalami kesulitan dalam perkembangan kedewasaan psikologisnya.
“Ketika orang tua terlalu sering mengambil alih semua masalah anak, anak tidak belajar menghadapi konsekuensi. Hal ini dapat membuat mereka tidak siap menghadapi realitas kehidupan ketika dewasa,” jelas anggota Himpsi Malang dalam talkshow tersebut.
Selain faktor keluarga, lingkungan sosial juga memiliki peran besar dalam membentuk perilaku tersebut. Pergaulan yang tidak mendorong kemandirian serta budaya yang menormalisasi sikap menghindari tanggung jawab dapat memperkuat kecenderungan Peterpan syndrome pada seseorang.
Dalam beberapa kasus, individu dengan kecenderungan ini juga mengalami kesulitan dalam hubungan sosial maupun karier. Mereka dapat merasa cemas saat harus mengambil keputusan besar, seperti bekerja secara mandiri, membangun keluarga, atau menghadapi tanggung jawab finansial.
Psikolog Defani menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam membangun karakter yang mandiri sejak dini. Orang tua disarankan memberikan ruang bagi anak untuk belajar bertanggung jawab, sekaligus tetap memberikan dukungan emosional yang sehat.
Menutup Dialog Psikologi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pola asuh yang seimbang serta lingkungan yang mendukung perkembangan kedewasaan individu. “Edukasi mengenai kesehatan mental juga dinilai penting agar fenomena seperti Peterpan syndrome dapat dikenali lebih awal dan ditangani dengan pendekatan yang tepat” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....