Pendonor bisa Pingsan karena Faktor Psikologis
- 07 Mar 2026 12:51 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kasus pendonor darah yang mengalami pingsan saat proses donor umumnya bukan disebabkan oleh kondisi fisik, melainkan faktor psikologis seperti rasa takut atau tegang. Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Malang, dr. Bima Aro Tejo, mengatakan faktor psikis menjadi salah satu penyebab paling sering ditemui dalam kegiatan donor darah.
“Biasanya karena cemas atau takut jarum. Jadi bukan karena kondisi tubuhnya lemah,” ujarnya pada RRI, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut dapat terjadi pada siapa saja, bahkan pada orang dengan tubuh yang terlihat kuat sekalipun. Ia mencontohkan pernah menemukan kasus pendonor bertubuh besar justru pingsan saat proses donor, sementara pendonor dengan tubuh kecil tetap mampu menyelesaikan donor tanpa kendala.
"Hal tersebut menunjukkan bahwa kesiapan mental sangat memengaruhi kondisi seseorang saat menjalani donor darah," katanya.
Selain faktor psikologis, pingsan juga dapat terjadi jika pendonor tidak mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan donor. Karena itu, PMI selalu melakukan pemeriksaan awal terhadap calon pendonor, termasuk kondisi kesehatan dan riwayat aktivitas sebelum donor.
Pendonor juga diminta memberikan informasi secara jujur kepada petugas. Hal yang penting diinformasikan adalah jika pendonor sedang kurang tidur, belum makan cukup, atau sedang tidak fit.
“Kalau di tengah proses donor pendonor pingsan, maka proses donor harus dihentikan,” jelasnya.
Ia melanjutkan, dalam kondisi tersebut darah yang telah diambil tidak dapat digunakan karena volumenya tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Untuk satu kantong donor, darah yang dibutuhkan minimal sekitar 350 mililiter agar dapat diproses dan dimanfaatkan oleh rumah sakit.
"Jadi masyarakat yang ingin mendonorkan darah agar mempersiapkan kondisi tubuh dengan baik serta tidak merasa takut berlebihan terhadap proses donor," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....