Protein Ayam Kampung Sedikit Lebih Tinggi
- 06 Mar 2026 12:07 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Perbedaan ayam broiler dan ayam kampung kerap menjadi pertanyaan masyarakat saat menentukan menu sahur maupun berbuka. Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Kotabumi, Citra Nurma Yunita, S.Pt., M.Pt, menjelaskan bahwa dari sisi kandungan gizi, keduanya sama-sama baik sebagai sumber protein selama Ramadan. Hal itu disampaikannya dalam dialog Kurma (Kisah Unik Ramadan) di Pro 1 RRI Malang, Senin (2/3/2026). “Secara umum kandungan proteinnya tidak berbeda jauh, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan cara pengolahannya,” jelasnya.
Ia memaparkan, daging ayam broiler atau ayam pedaging mengandung protein sekitar 18–20 gram per 100 gram daging tanpa kulit, dengan kadar lemak berkisar 5–10 gram. Sementara ayam kampung memiliki kandungan protein sedikit lebih tinggi, yakni sekitar 19–21 gram per 100 gram, dengan lemak sekitar 4–8 gram. “Jika tanpa kulit, keduanya relatif lebih sehat karena lemaknya berkurang cukup signifikan,” katanya.
Dari sisi tekstur, ayam broiler cenderung lebih empuk karena dipelihara dalam waktu singkat, yakni sekitar 30–32 hari sudah bisa dipanen. Sebaliknya, ayam kampung membutuhkan waktu pemeliharaan lebih lama sehingga teksturnya lebih padat dan serat dagingnya terasa lebih kenyal. “Perbedaan tekstur ini sering memengaruhi selera, bukan semata-mata kandungan gizinya,” ungkapnya.
Menurut Citra, untuk konsumsi selama Ramadan yang terpenting adalah memilih bagian rendah lemak dan mengolahnya dengan cara sehat, seperti direbus, dikukus, atau dipanggang tanpa kulit. “Baik broiler maupun kampung bisa dikonsumsi, asalkan porsinya seimbang dan tidak berlebihan agar tubuh tetap bugar selama puasa,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....