Empat Pilar Gizi Seimbang Jaga Kesehatan

  • 05 Mar 2026 08:49 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Penerapan gizi seimbang menjadi kunci utama menjaga kesehatan masyarakat, termasuk saat menjalani ibadah puasa Ramadan. Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang, Meirina Dwi Larasati, SST., M.Gizi, dalam dialog Kurma di Pro 1 RRI Malang, menjelaskan bahwa konsep gizi di Indonesia telah berkembang dari pola “4 Sehat 5 Sempurna” menjadi Pedoman Gizi Seimbang yang lebih komprehensif. “Saat ini kita mengacu pada Tumpeng Gizi Seimbang sesuai Permenkes Nomor 41 Tahun 2014, yang menekankan keseimbangan antara asupan dan aktivitas,” jelasnya, Selasa (3/3/2026)

Menurut Meirina, konsep lama 4 Sehat 5 Sempurna yang diperkenalkan sejak 1950-an oleh Prof. Poorwo Soedarmo menjadi fondasi awal edukasi gizi di Indonesia. Namun, pedoman tersebut kini disempurnakan melalui pendekatan gizi seimbang yang tidak hanya berfokus pada jenis makanan, tetapi juga perilaku hidup sehat. “Gizi seimbang itu bukan sekadar makan nasi, lauk, sayur, buah, dan susu, tetapi juga memperhatikan porsi, kebersihan, dan aktivitas fisik,” katanya.

Ia memaparkan terdapat empat pilar utama dalam pedoman gizi seimbang. Pertama, konsumsi makanan beragam agar kebutuhan zat gizi terpenuhi. Kedua, biasakan perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan. Ketiga, melakukan aktivitas fisik secara rutin untuk menjaga kebugaran. Keempat, memantau berat badan secara berkala agar tetap dalam batas ideal. “Empat pilar ini saling berkaitan untuk menyeimbangkan zat gizi yang masuk dan yang keluar,” ungkapnya.

Dalam praktik sehari-hari, masyarakat dianjurkan memperhatikan porsi makan sesuai anjuran pada Tumpeng Gizi Seimbang, termasuk membatasi gula, garam, dan lemak. Selain itu, kebutuhan cairan juga penting dipenuhi, yakni sekitar delapan gelas per hari yang bisa diatur antara waktu berbuka hingga sahur saat Ramadan. “Keseimbangan itu artinya tidak berlebihan, tetapi juga tidak kekurangan,” jelasnya.

Meirina berharap edukasi gizi seimbang semakin dipahami masyarakat sebagai bagian dari gaya hidup sehat jangka panjang. “Dengan memahami pedoman gizi seimbang, kita bisa menjaga kesehatan diri dan keluarga, tidak hanya saat Ramadan, tetapi sepanjang siklus kehidupan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....