Tips Simpan Sisa Sahur agar Tetap Enak

  • 05 Mar 2026 08:27 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Sisa makanan sahur sering kali berakhir terbuang karena tidak disimpan dengan cara yang tepat, padahal dengan pengelolaan yang benar, makanan tersebut masih aman dan layak dikonsumsi kembali saat berbuka atau sahur berikutnya.

Ahli gizi Universitas Negeri Malang, Nur Aisyah, menjelaskan bahwa faktor suhu dan waktu menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas makanan. “Makanan sebaiknya tidak dibiarkan lebih dari dua jam di suhu ruang karena bakteri bisa berkembang dengan cepat,” katanya, Rabu (4/3/2026)

Menurut Nur Aisyah, setelah makanan tidak lagi dalam kondisi panas mengepul, sebaiknya segera dipindahkan ke wadah tertutup rapat dan disimpan di lemari pendingin dengan suhu di bawah 5 derajat Celsius. Penyimpanan dalam wadah kedap udara membantu mencegah kontaminasi silang dengan bahan makanan lain di dalam kulkas. “Gunakan wadah bersih dan pastikan makanan tidak tercampur dengan bahan mentah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa proses pemanasan ulang harus dilakukan secara merata hingga suhu makanan benar-benar panas agar bakteri yang mungkin berkembang dapat diminimalkan. Penggunaan microwave atau kompor dapat disesuaikan, namun pastikan bagian tengah makanan ikut terpanaskan, bukan hanya bagian luarnya saja.

Selain itu, sebaiknya makanan tidak disimpan lebih dari dua hari, terutama untuk lauk berbahan dasar santan atau protein hewani yang lebih mudah basi. Memberi label tanggal penyimpanan pada wadah juga dapat membantu keluarga memantau batas konsumsi.

“Dengan pengelolaan yang tepat, kita tidak hanya menjaga kesehatan keluarga, tetapi juga mengurangi pemborosan makanan selama bulan Ramadhan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....