Ahli Gizi Ingatkan Batasan Makan Pasien Jantung

  • 24 Feb 2026 22:59 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Pola makan saat Ramadan menjadi perhatian khusus bagi penderita penyakit jantung. Ahli gizi dan pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang Raya, Alif Rohmah, A.Md.Gz dalam dialog Malang Siang Ini menuturkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum memperbaiki pola konsumsi. “Puasa bisa menjadi sarana memperbaiki metabolisme tubuh jika dilakukan dengan pola makan yang tepat,” katanya, Selasa (24/2/2026)

Ia menjelaskan bahwa pasien jantung tetap perlu memperhatikan keseimbangan nutrisi dan pembatasan tertentu. Penggunaan garam harus dibatasi, khususnya bagi penderita hipertensi. Selain itu, konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula, roti, dan mie juga perlu dikontrol, terutama bagi yang mengalami obesitas. “Kontrol porsi makan sangat penting, jangan balas dendam saat berbuka karena justru bisa membebani kerja jantung,” jelasnya.

Alif juga mengingatkan agar pasien jantung menghindari makanan yang terlalu berlemak dan tinggi natrium. Makanan cepat saji, olahan instan, serta bumbu yang terlalu tajam seperti cabai berlebihan sebaiknya dibatasi. “Pilih makanan yang mudah dicerna dan tidak memicu produksi gas berlebihan seperti kol atau sawi, karena perut kembung bisa membuat dada terasa tidak nyaman,” ungkapnya.

Selain pola makan, ia menambahkan pentingnya tetap aktif bergerak dan memperhatikan jadwal konsumsi obat selama Ramadan. Aktivitas fisik ringan dapat membantu menjaga berat badan dan memperkuat otot jantung. “Puasa tetap bisa dijalankan dengan aman oleh pasien jantung selama mengikuti anjuran medis dan disiplin menjaga pola makan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....