Takjil Manis dan Santan Boleh, Asal Bijak
- 24 Feb 2026 20:38 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Konsumsi takjil manis seperti kolak dan gorengan saat berbuka puasa masih diperbolehkan bagi penderita jantung, selama kondisi kesehatan dalam keadaan terkontrol. Hal tersebut disampaikan Alif Rohmah, A.Md.Gz, Ahli Gizi RSUB sekaligus Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang Raya dalam Dialog Kurma di Pro 1 RRI Malang. Ia menegaskan bahwa tidak ada larangan mutlak, namun tetap harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
“Kolak atau gorengan aman saja selama kolesterol dalam batas normal dan gula darah juga normal,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurut Alif, yang terpenting adalah kontrol rutin dan mengetahui kondisi tubuh sendiri. Bagi penderita penyakit jantung yang juga memiliki riwayat diabetes atau kolesterol tinggi, pengaturan porsi dan frekuensi konsumsi menjadi hal yang sangat penting agar tidak memicu lonjakan gula darah maupun peningkatan kadar lemak dalam darah.
| Baca juga: Menu Sehat Puasa Aman untuk Pasien Jantung |
Ia menjelaskan, makanan manis saat berbuka memang dibutuhkan untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Namun, pilihan dan jumlahnya harus diperhatikan. Takjil sebaiknya tidak menjadi menu utama dalam porsi besar.
“Cukup secukupnya saja sebagai pengganjal sebelum makan utama. Jangan sampai kebablasan karena lapar mata,” tambahnya. Prinsip seimbang dan terukur menjadi kunci agar ibadah puasa tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan kesehatan jantung.
Terkait penggunaan santan dalam menu berbuka maupun sahur, Alif menerangkan bahwa santan mengandung asam laurat yang cukup tinggi. Asam laurat memiliki beberapa manfaat, di antaranya mendukung fungsi otak.
“Jadi santan bukan berarti tidak boleh sama sekali. Masih boleh dikonsumsi, tetapi tidak sering dan tidak berlebihan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar santan tidak dipanaskan berulang kali karena dapat memengaruhi kualitas lemak dan berdampak kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi terus-menerus.
Selain memperhatikan jenis makanan, kebutuhan cairan selama puasa juga harus menjadi perhatian utama, terutama bagi penderita jantung. Alif menyarankan pola minum yang teratur saat sahur dan berbuka.
“Saat sahur, usahakan tiga gelas air. Bangun tidur satu gelas, setelah makan satu gelas, dan satu gelas bisa didapat dari kuah makanan,” ungkapnya.
Saat berbuka, dianjurkan memulai dengan minimal satu gelas air putih sebelum mengonsumsi makanan lainnya. Dengan pola cairan yang cukup dan teratur, tubuh tetap terhidrasi, sirkulasi darah lebih stabil, dan kerja jantung pun tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....