Dokter Jelaskan Cara Minum Obat saat Puasa

  • 23 Feb 2026 15:33 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kebingungan dalam mengatur jadwal minum obat saat menjalani ibadah puasa Ramadan kerap dialami masyarakat. Durasi puasa yang mencapai kurang lebih 13 jam tanpa makan dan minum membuat sebagian pasien ragu menentukan waktu konsumsi obat yang tepat.

Dalam dialog Malang Siang Ini di Pro 1 RRI Malang, dr. Andreago, PPDS Kardiovaskuler Universitas Brawijaya, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal minum obat sangat memungkinkan dilakukan selama tetap sesuai anjuran medis.

“Pada prinsipnya, obat tetap bisa dikonsumsi saat puasa, hanya perlu penyesuaian waktu agar efektivitasnya tetap terjaga dan tidak menimbulkan efek samping,” katanya, Senin (23/2/2026)

Ia menjelaskan, untuk obat yang diminum satu kali sehari, umumnya tidak memerlukan perubahan signifikan. Obat antihipertensi misalnya, lebih baik diminum saat sahur agar dapat mengontrol tekanan darah selama aktivitas siang hari. Sementara obat maag golongan penghambat pompa proton seperti omeprazole dan sejenisnya, dianjurkan diminum malam hari sebelum tidur.

“Untuk obat antidiabetes tertentu sebaiknya diminum saat berbuka puasa karena kadar gula darah meningkat setelah makan. Sedangkan obat kolesterol lebih optimal diminum malam hari, sekitar pukul tujuh hingga menjelang tidur,” jelasnya.

Untuk obat yang dikonsumsi dua kali sehari, dr. Andreago menyarankan pembagian waktu antara sahur dan berbuka. Obat maag golongan H2 blocker, misalnya, lebih baik diminum saat sahur dan sebelum tidur karena produksi asam lambung cenderung meningkat pada malam hari. Adapun metformin bagi pasien diabetes dianjurkan diminum saat berbuka dan malam hari.

“Hindari minum obat antidiabetes saat sahur karena berisiko menyebabkan hipoglikemia di siang hari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa obat dengan frekuensi tiga hingga empat kali sehari memerlukan perhatian khusus. Konsumsi bisa diatur saat sahur, berbuka, sekitar pukul 11 malam, hingga dini hari, namun sebaiknya pasien berkonsultasi dengan dokter untuk kemungkinan mengganti obat dengan dosis lebih jarang.

“Tujuannya agar kepatuhan minum obat tetap terjaga tanpa mengganggu ibadah puasa. Jangan ragu berkonsultasi supaya terapi tetap aman dan efektif,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....