Tak Perlu Defisit Kalori, Cukup Konsumsi Makanan Seimbang
- 21 Feb 2026 18:21 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pengelolaan berat badan sering berpusat pada angka, seperti hitung setiap kalori, gigitan pada makanan serta pertahankan defisit yang ketat. Meski kesadaran kalori mempunyai manfaat, tetapi hanya berfokus pada angka dapat mengabaikan hal yang penting untuk kesehatan jangka panjang. Pola makan seimbang menekankan kualitas makanan, kepadatan nutrisi dan kebiasaan berkelanjutan.
Dilansir dari Medical Daily, Sabtu (21/2/2026), kebiasaan makan sehat dibangun berdasar konsumsi makanan utuh; sayur, protein tanpa lemak, biji-bijian kaya serat dan lemah sehat. Komponen ini menciptakan rasa kenyang, menstabilkan energi dan mengurangi risiko penyakit kronis. Ketika makanan seimbang, tubuh akan merespons rasa kenyang yang lebih baik, gula darah stabil, dan rutinitas pola makan yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Pola makan seimbang mendukung penurunan berat badan dengan mengonsumsi makronutrien dan mikronutiern esensial. Pembatasan kalori yang berlebih sering kali dapat mengurangi zat besi, magnesium, dan vitamin B dan dapat memperlambat metabolisme serta meningkatkan kelelahan. Kebiasaan makan sehat memastikan kelengkapan nutrisi sekaligus mengatur asupan secara alami melalui sinyal kenyal.
Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health kualitas makanan sangat mempengaruhi pencegahan kenaikan berat badan jangka panjang dan risiko penyakit kronis. Pola makan yang kaya akan biji-bijian, sayuran, buah-buahan, dan lemak sehat secara konsisten dikaitkan dengan stabilitas berat badan yang lebih baik daripada sekadar menurunkan kalori.
Ilmu gizi juga menunjukkan bahwa makanan kaya protein dan serat meningkatkan hormon rasa kenyang, sehingga menyebabkan pengurangan kalori. Daripada memaksakan defisit, makanan seimbang mendorong tubuh untuk mengatur rasa lapar secara alami. Hal ini pun akan mampu mengurangi makan berlebih dan mendukung fleksibilitas metabolisme, memungkinkan tubuh beralih secara efisien antara karbohidrat dan lemak untuk menghasilkan energi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....