Tujuh Dimensi Wujudkan Lansia Tangguh
- 20 Feb 2026 17:59 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Konsep “7 Dimensi Lansia” menjadi fokus perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lanjut usia di Kota Malang. Program yang didorong oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang ini dimaksudkan agar lansia tidak hanya panjang usia, tetapi juga tetap berkualitas dan mandiri dalam segala aspek kehidupan sehari-hari.
Menurut narasumber Dra. Sri Utami, salah satu penyuluh yang aktif dalam pemberdayaan lansia, tujuh dimensi itu mencakup berbagai aspek penting kehidupan lansia, seperti spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional profesional, dan lingkungan yang ramah lansia. “Kami mendorong lansia agar tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga tetap aktif berpikir, produktif secara ekonomi, serta terlibat dalam kehidupan sosial kemasyarakatan,” ujarnya kepada RRI Malang pada Jumat (20/2/2026).
Filosofi 7 dimensi sendiri bertumpu pada prinsip bahwa lanjut usia yang tangguh adalah mereka yang mampu menjaga keseimbangan di ketujuh aspek tersebut. Dilansir dari BKKBN, dimensi spiritual membantu lansia menerima perubahan hidup, dimensi intelektual menjaga ketajaman berpikir, sedangkan dimensi fisik berfokus pada kesehatan tubuh yang optimal. “Kalau ketujuh dimensi ini dijalankan secara simultan, lansia akan lebih percaya diri menjalani kehidupannya,” tambah Sri Utami.
Sementara itu, narasumber kedua, Dra. Irawati Syahriah, M.AP selaku Penyuluh KB Madya Kecamatan Lowokwaru, menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam pelaksanaan dimensi ini. Ia menyatakan, “Peran keluarga sangat krusial. Ketika lansia merasa didukung secara emosional dan sosial, maka aspek kesehatan fisik dan psikologis akan ikut meningkat.” Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pelayanan lansia bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama.
Program 7 dimensi lansia tangguh tersebut juga diintegrasikan ke dalam berbagai kegiatan, seperti sekolah lansia, posyandu lansia, hingga pelatihan vokasional. Data Dinsos P3AP2KB menunjukkan bahwa komitmen Kota Malang terhadap kesejahteraan lansia makin kuat, termasuk penyediaan fasilitas yang ramah lansia dan dukungan aktif dari organisasi lansia setempat. “Kami ingin lansia tetap produktif, bahkan bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda,” tegasnya.
Dengan pelaksanaan 7 dimensi yang konsisten, diharapkan lansia tidak lagi dipandang sebagai beban sosial, melainkan sebagai bagian masyarakat yang kuat, produktif, dan memiliki peran sosial yang signifikan dalam pembangunan komunitasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....