Anak Mudah Lelah? Waspadai Penyakit Jantung Bawaan

  • 18 Feb 2026 17:40 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Tidak sedikit orang tua mengira anak yang mudah lelah, napasnya terengah saat menyusu, atau berat badannya sulit naik hanya mengalami gangguan biasa. Padahal, gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda awal Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang kerap luput terdeteksi sejak dini.

Hal itu dibahas dalam dialog Malang Siang Ini dengan tema “Senyum Sehat, Jantung Kuat dalam Rangka Peran Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan” di RRI Malang bersama Suswahyuningtyas, S.pd Ketua Komunitas Pejuang Jantung Sehat dan Yuliana SE Anggota Komunitas Jantung Sehat . Suswahyuningtyas menjelaskan bahwa PJB terbagi menjadi dua jenis, yakni PJB tidak biru dan PJB biru. “PJB tidak biru biasanya terlihat dari napas tersengal, menyusu terputus-putus, dan berat badan tidak naik sesuai grafik. Sedangkan PJB biru kadang tidak terdeteksi karena berat badan bisa naik, tetapi saturasinya rendah,” jelasnya.

Menurut Yuliana, deteksi dini menjadi kunci utama. Skrining oksimetri pada bayi baru lahir dan pemeriksaan bising jantung perlu dilakukan sedini mungkin. Selain itu, orang tua diminta aktif memantau Buku KMS untuk memastikan grafik pertumbuhan anak berjalan normal. “Kalau grafik berat badan stagnan atau turun, jangan menunggu terlalu lama untuk konsultasi,” tegasnya.

Masalah lain yang sering diabaikan adalah kesehatan gigi. Gigi berlubang pada anak dengan PJB berisiko menjadi pintu masuk infeksi ke aliran darah dan menyerang jantung. “Sebelum operasi jantung terbuka, tidak boleh ada karies. Kadang anak harus cabut banyak gigi dulu agar aman dari risiko infeksi,” ungkap Yuliana.

Kabar baiknya, fasilitas di RS Saiful Anwar Malang sudah mampu melakukan tindakan kateterisasi hingga operasi jantung terbuka. Biaya pengobatan pun dapat ditanggung BPJS Kesehatan selama mengikuti prosedur rujukan yang benar.

Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan tidak lagi menyepelekan gejala yang tampak ringan. “Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang anak tumbuh dengan kualitas hidup yang baik,” pungkas Suswahyunintyas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....