Bolehkah Penderita Kanker Berpuasa Ramadan
- 18 Feb 2026 11:28 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Menjelang bulan suci Ramadan, pertanyaan seputar boleh tidaknya penderita kanker menjalankan ibadah puasa kembali menjadi perhatian. Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda, baik dari jenis kanker, stadium penyakit, hingga tahapan pengobatan yang sedang dijalani. Karena itu, keputusan untuk berpuasa tidak bisa disamaratakan dan perlu pertimbangan medis yang matang.
Dalam dialog bersama RRI Malang pada Rabu (18/2/2026), dr. Prisca Anindhita, Dokter Spesialis Divisi Bedah Onkologi Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, masyarakat diharapkan mendapatkan pemahaman yang tepat mengenai aspek kesehatan yang perlu diperhatikan sebelum pasien kanker memutuskan untuk berpuasa.
“Pada prinsipnya, boleh berpuasa bagi pasien kanker, tetapi harus melihat kondisi medisnya secara menyeluruh. Tidak semua pasien punya kondisi yang sama, baik jenis kankernya maupun stadiumnya,**” ujar dr. Prisca.
Dokter yang akrab disapa dr. Prisca ini menjelaskan bahwa faktor–faktor seperti status pengobatan, kondisi gizi, adanya anemia, dan penyakit penyerta seperti diabetes atau gangguan ginjal sangat menentukan apakah pasien aman berpuasa. “Kita harus mempertimbangkan nutrisi dan keseimbangan cairan. Pasien yang mengalami penurunan berat badan drastis atau dehidrasi sebaiknya tidak memaksakan puasa,” tegasnya.
Lebih lanjut, dr. Prisca menegaskan bahwa jenis dan stadium kanker memengaruhi keputusan puasa. “Misalnya pasien kanker payudara yang sudah menyebar ke paru–paru, secara umum tidak dianjurkan berpuasa karena akan membebani kondisi tubuh. Namun, jika kondisinya relatif stabil, puasa masih bisa dipertimbangkan dengan pengawasan medis,” jelasnya.
| Baca juga: Asam Amino Lengkap Bantu Energi Tahan Lama |
Terkait pengobatan, dr. Prisca mengingatkan puasa tidak dianjurkan pada hari–hari kemoterapi. “Efek samping kemoterapi seperti mual, muntah, dan lemas dapat diperburuk oleh puasa. Asupan nutrisi dan cairan adalah kunci, sehingga kita tidak menganjurkan puasa pada hari kemoterapi atau jika pasien menunjukkan tanda–tanda dehidrasi,” kata dr. Prisca.
Dr. Prisca juga menambahkan bahwa bagi pasien yang menjalani radioterapi, kemampuan tubuh berpuasa sangat bergantung pada efek samping yang dirasakan. “Sinar radioterapi sendiri dilakukan cepat, namun jika pasien mengalami efek samping seperti nyeri atau mual di area tertentu, maka harus diputuskan bersama tim medis apakah puasa aman atau tidak,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....