Stunting Dicegah Sejak Remaja Dengan Dukungan Keluarga

  • 08 Feb 2026 16:20 WIB
  •  Malang

“Tidak hanya ibu, tetapi suami dan keluarga harus ikut terlibat, mulai dari penyediaan makanan bergizi hingga mendampingi ibu membawa anak ke posyandu,” ungkapnya.

RRI.CO.ID, Malang – Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab ibu hamil atau tenaga kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari remaja hingga seluruh anggota keluarga. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam optimalisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang, Dr. Heny Astutik, S.Kep.Ners., M.Kes, menegaskan bahwa edukasi stunting harus dimulai sejak usia remaja. Remaja, khususnya remaja putri, perlu dipersiapkan agar sehat sebelum memasuki jenjang pernikahan dan kehamilan.

“Remaja adalah calon orang tua. Jika sejak remaja sudah dilakukan intervensi kesehatan, maka risiko stunting bisa ditekan sejak awal,” ucapnya saat menjadi narasumber Program Beranda Asta Cita PRO 1 RRI Malang, Minggu (8/2/2026).

Saat ini, posyandu telah berkembang menjadi posyandu terpadu yang juga melayani remaja. Remaja didorong untuk datang ke posyandu guna memeriksakan kesehatan, mengikuti konseling, serta mendapatkan tablet tambah darah secara rutin. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan calon ibu yang sehat.

Setelah anak lahir, peran keluarga menjadi semakin krusial. Ita Yuliani, S.ST., M.Keb, menyebutkan bahwa dukungan keluarga sangat menentukan keberhasilan pemenuhan gizi dan pengasuhan anak.

Ia menambahkan, ibu menyusui juga membutuhkan asupan gizi seimbang agar kualitas ASI tetap terjaga. Karena itu, peran keluarga dalam membantu pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan nutrisi menjadi sangat penting.

Pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di posyandu juga menjadi salah satu langkah pencegahan stunting. Dengan pemantauan berkala, gangguan pertumbuhan dapat terdeteksi lebih dini dan segera ditangani.

Melalui kolaborasi antara remaja, orang tua, dan keluarga, optimalisasi 1000 HPK diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga upaya pencegahan stunting tidak hanya bersifat medis, tetapi juga sosial dan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....