Virus Nipah Mewabah di India, Dunia Waspada

  • 05 Feb 2026 09:08 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Virus Nipah baru-baru ini kembali mewabah di India dan menjadi perhatian dunia. Wabah di India ini memicu kekhawatiran dunia karena tingkat kematian yang sangat tinggi.

Dokter Penanggung Jawab Klaster Dewasa dan Lansia, Puskesmas Polowijen, dr. Sri Amiretno Damayanti, menyebut angka mortalitas atau kematiannya mencapai 40-75 persen. “Angka kematian virus Nipah memang sangat tinggi,” jelasnya, Rabu (5/2/2026).

Virus Nipah pertama kali ditemukan pada tahun 1999. Virus ini berasal dari kelompok Henipavirus dengan nama latin Henipavirus Nipahense.

Penularan virus Nipah berasal dari kelelawar pemakan buah atau kalong. Kelelawar tersebut menjadi inang alami pembawa virus tersebut.

Kasus virus Nipah pertama kali dilaporkan di Bangladesh, India, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Negara-negara tersebut pernah mengalami penularan virus nipah pada manusia.

Kelelawar pembawa virus Nipah tersebar di wilayah Asia Pasifik hingga Australia. Namun tidak semua wilayah dengan kelelawar tersebut mengalami wabah virus nipah.

Hingga saat ini, Indonesia belum mencatat adanya kasus virus Nipah. “Sampai sekarang kasus di Indonesia belum ditemukan,” ujar dr. Tanti.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....