Kasus DBD Turun, Warga Tetap Diminta Waspada
- 29 Jan 2026 13:06 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2025. Meski demikian, kewaspadaan masyarakat diminta tetap tinggi.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, MM, menyebutkan, kasus DBD turun dari 777 pada 2024 menjadi 717 pada 2025. “Penurunannya tidak terlalu signifikan, tetapi setidaknya ini menunjukkan tren penurunan,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa, Rabu (28/1/2026).
Tiga kecamatan masih menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni Kedungkandang, Blimbing, dan Sukun. Sementara Lowokwaru dan Klojen relatif lebih rendah.
Menurut Husnul, kenaikan kasus biasanya terjadi pada Maret-April. Menyikapi hal itu, Dinkes telah mengimbau seluruh fasilitas kesehatan, dari puskesmas hingga rumah sakit, untuk aktif mengedukasi masyarakat guna menekan angka DBD.
Memasuki 2026, laporan sementara per dua minggu pertama Januari mencatat 30 kasus. Persebarannya masih didominasi tiga kecamatan yang sama.
Penekanan pengendalian, kata Husnul, ada pada Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan peran aktif masyarakat. Strategi disampaikan hingga tingkat kelurahan.
“Langkah paling efektif adalah 3M Plus: menguras, menutup tempat penampungan air, plus memanfaatkan abate yang tersedia di 16 puskesmas,” jelasnya.
Masyarakat juga diimbau menggunakan kelambu dan obat nyamuk. Namun, kunci utamanya adalah kesadaran rumah tangga memberantas genangan air bersih sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk.
Dinkes memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, mencakup 16 puskesmas, 33 pustu, 29 rumah sakit, dan sekitar 150 klinik.
“Masyarakat diharap segera periksa ke faskes jika ada keluhan mengarah ke gejala DBD. Deteksi dini penting untuk cegah kondisi berat hingga kematian,” pungkas Husnul. (Annisa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....