Kasus DBD Malang Meningkat, Dokter Tekankan Pencegahan 3MPlus

  • 27 Jan 2026 13:22 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Status waspada kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditetapkan Dinas Kesehatan Kota Malang menyusul peningkatan kasus DBD di Kota Malang. Kondisi ini tercatat terjadi secara konsisten selama tiga tahun terakhir.

Dokter Penanggung Jawab Kluster Usia Dewasa dan Lansia Puskesmas Polowijen, dr. Sri Amiretno Damayanti, menyebut perkembangan kasus DBD terus meningkat sejak 2023. “Kasusnya cenderung naik dan selalu ada kematian setiap tahunnya,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Menurut dr. Tanti, status waspada harus ditindaklanjuti dengan langkah pencegahan yang serius. Pencegahan ini dinilai menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran DBD.

Di wilayah Puskesmas Polowijen sendiri, kasus DBD sudah ditemukan sejak awal Januari. “Untuk Januari ini sudah ada lima kasus, dan bulan januari belum berakhir,” katanya.

Ia menegaskan pencegahan paling efektif dilakukan langsung dari lingkungan rumah. Masyarakat diminta aktif menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

dr. Tanti menyarankan penerapan 3M Plus sebagai langkah utama pencegahan DBD. "Menguras, menutup, dan mengubur barang berpotensi menampung air, merupakan langkah efektif cegah penyebaran ” jelasnya.

Langkah tambahan juga dapat dilakukan dengan penggunaan lotion dan obat nyamuk elektrik. Selain itu, pemasangan kasa ventilasi juga dianjurkan untuk mencegah nyamuk masuk ke rumah.

Ia juga menyarankan memelihara ikan pemakan jentik dan menanam tanaman pengusir nyamuk. Tanaman seperti lavender dinilai efektif mampu mengurangi keberadaan nyamuk.

Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi kebiasaan menggantung pakaian di kamar. “Taburkan abate di tempat air yang sulit dikuras,” pungkas dr. Tanti.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....