Kenali Hiperhidrosis, Keringat Berlebih Bukan Sekadar Biasa
- 14 Jan 2026 15:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Keringat berlebihan yang selama ini sering dianggap sebagai hal biasa atau bahkan dulu dikenal dengan istilah “lemah jantung”, ternyata bisa merupakan kondisi medis yang disebut hiperhidrosis. Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular RSUD dr Saiful Anwar Malang, dr Koernia Kusuma Wardhana, dalam dialog Malang Siang Ini di Pro 1 RRI Malang menjelaskan bahwa hiperhidrosis adalah kondisi produksi keringat yang sangat berlebihan tanpa adanya pemicu yang jelas.
“Hiperhidrosis itu berbeda dengan orang yang memang mudah berkeringat karena panas atau aktivitas berat. Ini keringatnya keluar berlebihan meskipun tidak sedang melakukan apa-apa,” katanya, Rabu (14/1/2026)
Ia mengungkapkan, secara medis hiperhidrosis dibagi menjadi dua jenis, yaitu hiperhidrosis primer dan sekunder. Hiperhidrosis primer biasanya terjadi karena saraf yang terlalu hiperaktif, sehingga memicu produksi keringat berlebihan, meskipun tubuh tidak membutuhkannya.
“Kalau yang primer, biasanya muncul di bagian tertentu saja, seperti telapak tangan, telapak kaki, wajah, atau ketiak,” ungkapnya.
Sementara itu, hiperhidrosis sekunder biasanya disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti diabetes atau gangguan medis lainnya. “Kalau yang sekunder, keringatnya biasanya keluar hampir di seluruh tubuh, tidak hanya di satu titik,” jelasnya.
Menurutnya, banyak masyarakat yang selama ini menganggap keringat berlebihan sebagai faktor keturunan atau hal yang wajar. Padahal, kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari rasa tidak nyaman saat berjabat tangan, hingga masalah bau badan yang mengganggu rasa percaya diri.
“Kalau sudah sampai mengganggu, misalnya telapak tangan selalu basah, kaki dan ketiak terus berkeringat, sebaiknya jangan dianggap sepele dan segera periksakan ke dokter,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....