Operasi Jadi Solusi Terakhir Atasi Hiperhidrosis Berat
- 14 Jan 2026 14:47 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Penanganan hiperhidrosis atau keringat berlebihan tidak selalu harus dengan tindakan operasi. Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular RSUD dr Saiful Anwar Malang, dr Koernia Kusuma Wardhana, dalam Dialog Malang Siang Ini mengatakan tindakan medis invasif baru dipertimbangkan jika perubahan gaya hidup dan terapi sederhana tidak lagi membantu.
“Kalau sudah dilakukan lifestyle change, pengaturan pola makan, penggunaan antiperspiran, dan cara-cara lain tapi tetap tidak membaik, baru kita pertimbangkan tindakan medis,” katanya, Rabu (14/1/2026)
Ia mengungkapkan, salah satu terapi yang bisa dilakukan adalah suntikan botox di area yang sering berkeringat untuk menutup kerja kelenjar keringat. Namun, terapi ini memiliki kelemahan karena efeknya hanya sementara. “Botox itu harus diulang, biasanya sekitar enam bulan sekali, karena efeknya bisa hilang,” ungkapnya.
Untuk kasus yang berat dan sangat mengganggu kualitas hidup, lanjutnya, ada pilihan tindakan minimal invasif, yaitu endoskopik simpatektomi atau Endoscopic Thoracic Sympathectomy/ETS . “Ini adalah tindakan untuk mengurangi produksi keringat dengan cara memutus atau membakar saraf simpatik yang mengatur keringat,” jelasnya.
Prosedur ini dilakukan dengan teknik endoskopi melalui sayatan kecil sekitar 2 sampai 3 sentimeter di dada, kemudian dokter akan menonaktifkan saraf simpatik di sekitar tulang belakang, baik sisi kanan maupun kiri. “Begitu kanan dan kiri selesai, efeknya bisa langsung terasa, terutama pada keringat di telapak tangan atau ketiak,” tambahnya.
Meski terdengar seperti operasi besar, dr Koernia menegaskan bahwa prosedur ini tergolong aman dan minimal invasif bila dilakukan dengan indikasi yang tepat dan oleh tim yang berpengalaman. Namun, tetap diperlukan pertimbangan matang sebelum memutuskan tindakan ini.
“Operasi ini adalah pilihan terakhir, kalau memang keluhannya sudah sangat berat dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Jadi tidak semua pasien harus sampai ke tahap ini,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....