Isi Piringku, Gantikan Konsep 4 Sehat 5 Sempurna

  • 09 Des 2025 11:53 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Konsep gizi “4 Sehat 5 Sempurna” yang selama puluhan tahun dikenalkan kepada masyarakat Indonesia kini resmi digantikan oleh pedoman baru bernama “Isi Piringku”. Perubahan ini dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI seiring berkembangnya ilmu gizi modern yang menuntut panduan makan lebih lengkap, akurat, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip dari laman remi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada Selasa (9/12/2025), konsep 4 Sehat 5 Sempurna diperkenalkan sejak tahun 1952 dan berfokus pada empat kelompok makanan: makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah, serta susu sebagai pelengkap. Meski sederhana dan mudah diingat, pedoman ini dinilai tidak lagi memadai karena tidak menjelaskan kebutuhan porsi, variasi, maupun batasan konsumsi yang diperlukan masyarakat untuk mencegah penyakit kronis.

Melalui pedoman baru “Isi Piringku”, Kemenkes RI memberikan panduan visual yang lebih jelas terkait komposisi makanan dalam satu kali makan. Setengah piring dianjurkan berisi sayur dan buah, sementara setengah bagian lainnya diisi sumber karbohidrat dan protein dalam porsi seimbang. Selain itu, sayur-sayuran seperti bayam, brokoli, kangkung, tomat, serta aneka buah seperti pisang, melon, jeruk, dan mangga bisa menjadi pilihan sumber vitamin dan mineral yang mudah dijumpai di berbagai daerah.

Selain itu, beragam pilihan sumber karbohidrat cukup akrab dengan budaya lokal, seperti beras, jagung, ubi, singkong, hingga mie dan bihun. Untuk sumber protein, masyarakat dapat memilih protein hewani seperti ikan, ayam, daging, dan telur, maupun protein nabati seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa “Isi Piringku” lebih inklusif terhadap kearifan pangan lokal dan kondisi ekonomi masyarakat.

Tidak hanya mengatur jenis dan porsi makanan, Kemenkes RI juga menekankan pentingnya minum air putih, membatasi gula-garam-lemak, menjaga kebersihan bahan pangan, serta rutin beraktivitas fisik. Dengan mengetahui Isi Piringku, diharapkan mampu membantu masyarakat Indonesia mengurangi risiko obesitas, diabetes, hipertensi, dan berbagai penyakit tidak menular lainnya.

Kemenkes RI juga menegaskan bahwa pedoman gizi seimbang ini menjadi rujukan resmi yang dapat diterapkan di rumah tangga, sekolah, hingga fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui edukasi berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin memahami cara mengatur pola makan yang sehat, bergizi, dan sesuai kebutuhan tubuh. Dengan ‘Isi Piringku’, pemerintah berharap upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan merata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....