Mengenal Rhinitis Alergika dan Cara Pencegahannya
- 05 Jan 2023 16:27 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Rhinitis alergika menjadi masalah kesehatan dunia, dimana kurang lebih mencapai 40% dari populasi yang ada dan menjadi salah satu penyakit kronis keenam tersering di dunia. Rhinitis alergika adalah peradangan yang terjadi di rongga hidung akibat reaksi alergi yang dipicu oleh berbagai jenis allergen (bahan pencetus alergi), contohnya serbuk sari, debu, atau bulu hewan.
Dokter Umum Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang, dr. Crashana Siregar mengungkapkan, Rhinitis alergi bukanlah penyakit yang fatal, tetapi memiliki dampak buruk pada performa aktivitas kegiatan sehari-hari seperti gangguan fokus saat bekerja atau belajar, gangguan tidur, dan gangguan emosi.
“Terdapat sejumlah faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko terjadinya rhinitis alergi, yaitu adanya keluarga kandung atau orangtua yang memiliki kondisi yang sama, mengingat alergi bersifat herediter (turunan),” katanya, Kamis (5/1/2023).
“Selain itu, adanya alergi jenis lain yang diderita, misalnya asma atau dermatitis atopik, juga meningkatkan risiko rhinitis alergika. Paparan asap rokok juga menjadi salah satu faktor risiko rhinitis alergika,” imbuh dr. Hana, sapaan akrabnya.
Bagaimana mengetahui bahwa seseorang kemungkinan menderita rhinitis alergika atau tidak? Gejala dapat berupa hidung beringus encer, bersin berulang, hidung tersumbat, dan hidung gatal. Jika berlangsung lebih dari satu jam dalam setiap harinya, bahkan dapat berlangsung selama beberapa hari dalam satu minggu, maka ada kemungkinan orang tersebut menderita rhinitis alergika.
“Pada anak-anak, sering muncul ada bayangan gelap di bawah mata (allergic shiners) dan adanya garis melintang di hidung akibat sering dikucek karena gatal (allergic crease),” ungkapnya.
Selain itu, anak-anak juga dapat mengalami gangguan pada telinga, seperti telinga sakit, berdenging, atau infeksi yang disertai dengan keluarnya cairan dari telinga tengah, dan seringkali bersin di pagi hari.
“Rhinitis alergi bergejala seperti flu. Namun, rhinitis alergi tidak menimbulkan demam seperti sakit flu. Untuk memastikannya, pemeriksaan ke dokter lebih dianjurkan,” tutur dr. Hana.
Untuk mengetahui jenis alergennya, maka dapat dilakukan Prick Test. Nantinya dengan tes ini, akan terlihat kencenderungan alergi seseorang berasal dari bahan apa.
“Dengan mengetahui alergen pencetus rhinitis alergika, maka kita dapat lebih mudah menjauhinya untuk mencegah kejadian rhinitis alergika,” kata dia.
dr. Hana menambahkan, alergi bersifat sulit untuk disembuhkan, tetapi dapat dikontrol dengan pencegahan dan penanganan yang tepat. Beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil untuk penderita rhinitis alergika diantaranya, jauhi alergen pencetus, gunakan masker saat beraktifitas di luar rumah khususnya di daerah yang tingkat polusinya tinggi, rajin membersihkan dan mengepel lantai rumah, jika memiliki hewan peliharan khususnya yang berbulu, pastikan hewan peliharaan bersih dan bulu hewan tidak bertebaran di sembarang tempat.
“Pastikan ventilasi di rumah dalam keadaan baik dengan memasang saringan udara di ventilasi rumah. Penggunaan air purifier akan sangat membantu untuk membersihkan udara dari debu maupun asap,” ujarnya
Dengan melakukan langkah pencegahan tersebut, angka kejadian rhinitis akan dapat diturunkan.
Jika gejala-gejala yang muncul terasa sangat mengganggu dan tidak kunjung membaik bahkan tidak membaik dengan obat-obatan sederhana, maka sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.
“Penggunaan obat yang tidak terkontrol bahkan yang memicu efek samping yang mengganggu dikuatirkan malah menambah kesakitan dari penderita rhinitis alergika,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....