Mahasiswa UMM Manfaatkan Limbah Plastik Jadi Paving Block

  • 12 Jul 2024 20:24 WIB
  •  Malang
KBRN, Malang : Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM) memanfaatkan limbah plastik ini menjadi paving block. Limbah plastik itu seperti bungkus snack hingga kresek yang banyak berserakan di sekitar lingkungan masyarakat. Program ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif limbah plastik dan mempromosikan solusi berkelanjutan.

Ketua tim proyek, Fadil Khaidar mengatakan sampah plastik saat ini menjadi salah satu pencemar tanah dan lingkungan di Indonesia, jumlahnya banyak dan masyarakat tidak memanfaatkan limbah tersebut.

“Padahal limbah plastik ini dapat diolah untuk berbagai jenis produk salah satunya paving block,” katanya, Jumat (12/7/2024).

Menurut Fadil, pembuatan paving block dimulai dengan pengumpulan dan pemilahan limbah plastik. Plastik yang terkumpul dihancurkan menjadi butiran kecil sebelum dicampur dengan bahan lain seperti semen dan pasir.

“ Campuran ini kemudian dicetak dan dikeringkan menjadi paving block yang siap digunakan. Proses ini menggunakan sekitar 1% campuran plastik dalam bahan paving block,” ujar Fadil.

Dalam pembuatan sampel, Fadil dan timnya mencoba tiga metode yakni menggoreng plastik dengan pasir mirip seperti proses pembuatan aspal jalan raya. Mencacah plastik, dan mencampurkannya dengan pasir dan semen. Serta memanaskan sebagian pasir, untuk digoreng bersama plastik hingga menghasilkan agregat buatan yang kemudian dicampur dengan pasir dan semen.

“Setelah diuji, metode mencacah plastik dan mencampurkannya langsung dengan semen menghasilkan kuat tekan tertinggi dibandingkan dua metode lainnya,” tegasnya.

Fadil mengungkapkan, paving block ini telah diuji tekan dan menghasilkan kuat tekan sebesar 220-260 kg/cm².

“Menurut Badan Standarisasi Nasional (BSN), paving block mutu B, yang biasanya dibuat dengan mesin vibrasi, memiliki kuat tekan minimal 170 kg/cm² dengan rata-rata sekitar 200 kg/cm². Paving block mutu B digunakan untuk lahan parkir, jalanan komplek perumahan, dan garasi mobil karena dapat menahan beban ringan hingga sedang,” ujarnya.

Paving block dari plastik yang dilelehkan tanpa menggunakan pasir dan semen, tetap dapat menyerap air karena sifat porous dari campuran semen. Plastik polyethylene, bahan utama pembuatan paving block ini, tidak dapat menyerap air, sehingga paving block dari plastik yang dilelehkan juga tidak memiliki kemampuan tersebut.


“Sementara itu, paving block dari campuran semen dapat menyerap air dengan baik karena sifat porous dari bahan tersebut,” tandasnya.

Selain Fadil pembuatan paving block plastik ini hasil karya Maulana Ahsan, Hildan Maulana, Kevin Nibras Roiham, dan Aprenda Damayanti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....