Santri IIBS Al-Izzah Malang Wajib Menghafal Al-Quran
- 29 Jan 2024 09:23 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Internatioal Islamic Boarding School (IIBS) Al-Izzah Malang mewajibkan santri untuk menghafal Al-Quran dengan ketentuan minimal 10 juz. IIBS juga menerapkan kurikulum cambridge dan madinah dalam melaksanakan pembelajaran.
"Untuk program tahfidz, kami membagi menjadi 3 kelas, yakni kelas reguler dan kelas cambridge dengan target 10 juz, dan kelas madinah dengan target 30 juz," ucap ustadzah di IIBS Al-Izzah, Fitriyana, Senin (29/1/2024).
Kata dia, setiap santri baru akan dites kemampuan bacaan dan hafalannya untuk dimasukkan ke kelas sesuai dengan hasil tes.
"Untuk mencapai target hafalan ini akan ada satu bulan khusus yang diperuntukkan hanya untuk menambah hafalan, atau biasa disebut dengan daurah," terangnya.
Lanjutnya, ketika daurah itu nanti, seluruh santri melakukan setoran hafalan Al-Qur`an sebanyak lima kali dalam sehari, akan berlangsung selama satu bulan penuh. Kegiatan pembelajaran akademik diliburkan sementara.
Selain itu, sebagai upaya untuk menjaga hafalan, para santri Al-Izzah juga wajib mengikuti halaqah tahfidz yang dilakukan sebanyak dua kali sehari.
" Yakni setelah salat maghrib dan subuh, dalam halaqah tersebut, santri bisa menambah hafalan atau murajaah (mengulangi hafalannya), kemudian disetorkan kepada ustadzahnya masing-masing," urainya.
Para santri juga diberikan materi membaca Al-Quran dengan menggunakan metode Ummi. Sebagai rangkaian akhir dari program tahfidz di IIBS Al-Izzah ini adalah adanya Ujian Tahfidz Qur`an (UTQ).
"Ujian ini diperuntukkan bagi santri kelas 9 dan kelas 12," tegasnya.
Sementara, Koordinator Tahfidz Jefri Mardiansyah A menambahkan seluruh santri kelas akhir akan diuji hafalannya secara terbuka dengan cara melanjutkan bacaan Al-Qur`an yang dibacakan oleh penguji. Menurutnya, tahun ini, rencana UTQ akan dilaksanakan pada tanggal 7 Februari untuk siswa kelas 12 dan tanggal 7 Maret untuk siswa kelas 9.
"Kami sangat berharap para santri ini bisa lulus UTQ semua dengan bacaan yang lancar, fasih dan hafalan yang mutqin," tandasnya.
"Kami telah menyusun program tahfidz sedemikian rupa dan melakukan simulasi UTQ selama hampir dua minggu untuk menyiapkan lulusan Al-Izzah yang memiliki kemampuan hafalan dan bacaan Al-Qur`an yang baik," ucap Jefri.
Jefri menjelaskan secara singkat metode hafalan yang digunakan di IIBS Al-Izzah adalah dengan menyusun jadwal halaqah dan daurah dan dilaksanakan secara kontinyu agar para santri terpacu dalam menghafal Al-Qur`an.
Di kesempatan yang sama, Santriwati IIBS Al-Izzah, Audya mengaku membaca setiap potongan ayat secara berulang kali hingga benar-benar hafal di luar kepala, kemudian baru berpindah ke ayat selanjutnya.
"Saya kalau mau menghafal itu biasanya mencari waktu kosong setelah sekolah atau ketika halaqah," tukasnya.(Lut).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....