Hibah BIMA UB Dorong Usaha Maggot Desa Ngabab Naik Kelas

  • 06 Okt 2026 09:37 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pengolahan maggot di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, didorong tidak berhenti pada produksi, tetapi berkembang menjadi usaha yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan menjangkau pasar lebih luas.

Upaya tersebut dilakukan melalui program Pemberdayaan Berbasis Wilayah (BIMA) Kemendiktisaintek yang diketuai Dr. Ir. Rita Parmawati, SP., ME., IPU., ASEAN Eng., dari Universitas Brawijaya (UB). Program lanjutan ini menyasar kelompok PKK dan petugas TPS3R Desa Ngabab.

Dalam kegiatan yang berlangsung Jumat (2/10/2026) lalu, tim memberikan alat pengering maggot sekaligus pelatihan manajemen usaha dan pemasaran kepada masyarakat.

Alat pengering maggot berputar yang merupakan hasil pengembangan dan telah dipatenkan Rita Parmawati digunakan untuk membantu mempercepat proses pengeringan sekaligus menjaga kualitas produk agar lebih konsisten.

“Alat tersebut memiliki kapasitas maksimal 10 kilogram dan menggunakan material stainless steel. Sistem pengering dilengkapi drum berputar yang digerakkan motor seperempat HP, gearbox, dan rantai. Sumber panas berasal dari kompor LPG dengan pengaturan suhu,” ungkap Rita, Selasa (6/10/2026).

Selain teknologi produksi, masyarakat mendapat pelatihan pengelolaan usaha. Materi yang diberikan mencakup pencatatan keuangan, penghitungan biaya produksi, penentuan harga jual, pengelolaan produksi, hingga pengembangan jejaring usaha.

“Aspek pemasaran juga menjadi perhatian. Mitra diperkenalkan pada sejumlah saluran pemasaran, mulai dari penjualan langsung hingga pemanfaatan WhatsApp Business, media sosial, dan marketplace untuk memperluas jangkauan konsumen,” katanya.

Rita Parmawati menjelaskan bahwa pemberian teknologi perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha.
“Dengan begitu, alat yang diberikan tidak hanya digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan,” ujarnya.

Program BIMA tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan pemberdayaan yang sebelumnya telah dilakukan bersama masyarakat Desa Ngabab. Pada tahap lanjutan, fokus diarahkan pada penguatan produksi, manajemen usaha, dan pemasaran.

“Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk maggot yang lebih konsisten, tetapi juga memahami biaya produksi, menentukan harga yang sesuai, membangun jaringan usaha, dan menjangkau konsumen melalui berbagai saluran pemasaran,” tandasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....