Tim UB Olah Limbah Pertanian Jadi Pakan dan Pupuk di Kediri

  • 29 Sep 2026 12:36 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Limbah pertanian seperti jerami, batang jagung, dan sisa tanaman di Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, mulai dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak dan pupuk organik melalui penerapan teknologi tepat guna.

Program tersebut dilakukan Departemen Profesi Keinsinyuran (DPK) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Terpadu.

Kegiatan diarahkan untuk membantu kelompok tani dan peternak sapi perah memanfaatkan limbah pertanian yang sebelumnya belum digunakan secara optimal. Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah mesin pencacah limbah pertanian untuk mempersiapkan bahan pakan.

Ketua Tim Pengabdian, Ir. Oyong Novareza mengatakan, mesin tersebut diharapkan dapat membantu peternak mengolah limbah pertanian menjadi bahan pakan ternak.

“Semoga teknologi tepat guna mesin pencacah limbah pertanian bisa membantu para peternak sapi perah memanfaatkan limbah pertanian untuk pakan ternaknya, khususnya sapi,” kata

Ketua Departemen Profesi Keinsinyuran FT UB ini, Selasa (29/9/2026).

Selain pencacahan, masyarakat mendapatkan pelatihan mengenai pengolahan limbah menjadi pakan fermentasi atau silase. Bahan organik yang tersedia juga diperkenalkan untuk diolah menjadi pupuk yang dapat dikembalikan ke lahan pertanian.

“Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, demonstrasi alat dan teknologi tepat guna, serta pendampingan kepada kelompok tani dan peternak,” ungkapnya.

Dengan pola tersebut, limbah dari sektor tanaman pangan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor peternakan. Sementara bahan organik yang tersisa dapat diolah menjadi pupuk untuk mendukung produktivitas lahan.

Sekretaris Desa Sumberagung, Puji Saksono mengapresiasi dukungan teknologi yang diberikan kepada masyarakat, khususnya peternak sapi perah.

“Kami sangat senang dan bahagia mendapatkan dukungan teknologi tepat guna untuk para peternak sapi perah. Sharing keilmuan ini penting untuk mendukung keberadaan peternak di desa,” katanya.

Program pengabdian tersebut juga didukung PT KTHR Indonesia sebagai mitra binaan DPK FT UB. Mitra turut memberikan sharing dalam penggunaan teknologi tepat guna untuk mendukung pengolahan pakan ternak.

Melalui pengolahan limbah menjadi pakan dan pupuk, kegiatan tersebut mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih efisien. Limbah pertanian yang sebelumnya kurang bernilai dapat kembali masuk dalam sistem produksi pertanian dan peternakan.

Program ini juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan melalui integrasi sektor tanaman pangan dan peternakan, sekaligus mengurangi limbah pertanian di Desa Sumberagung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....