Mahasiswa UM Raih Juara Umum KMLI dan Dua Penghargaan KRTI

  • 29 Sep 2026 17:30 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) meraih sejumlah prestasi pada dua kompetisi teknologi tingkat nasional, yakni Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) dan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026.

Pada KMLI 2026 yang digelar di Politeknik Negeri Bandung, 20–25 September 2026, REV Team FT UM keluar sebagai Juara Umum. Gelar tersebut diraih setelah tim meraih Juara I Kategori Desain, Juara I Kategori Percepatan, dan Juara II Kategori Daya Tanjak.

“Capaian tersebut menjadi hasil dari proses pengembangan dan pengujian kendaraan listrik yang dilakukan mahasiswa. Dalam prosesnya, mahasiswa terlibat mulai dari perancangan, pembangunan hingga pengujian performa kendaraan,” kata Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UM Prof. Dr.Eng. Ir. Siti Sendari, Selasa (29/9/2026).

Prestasi UM juga diraih dalam KRTI 2026 yang berlangsung 21–25 September 2026 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Balikpapan.

Cakrawala Team 2 UM meraih Juara Harapan II Divisi Fixed Wing. Sementara Tim WISANGGENI UM memperoleh penghargaan Best Spirit pada Divisi Vertical Take-Off Landing (VTOL).

KRTI 2026 diikuti 94 tim dari 43 perguruan tinggi. Kompetisi tersebut terbagi dalam lima divisi, yakni Racing Plane, Fixed Wing, Vertical Take-Off Landing (VTOL), Technology Development, dan Long Endurance Low Altitude (LELA).

Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa ditantang merancang, membangun, menguji dan mengoperasikan pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk menyelesaikan misi yang ditentukan.

Prof. Siti menyebut, capaian mahasiswa tersebut merupakan hasil kerja sama tim dalam mengembangkan gagasan dan mewujudkannya menjadi prototipe yang dapat diuji.

“Semua hasil yang diperoleh merupakan kerja cerdas dari mahasiswa untuk bekerja sama dengan tim dan mewujudkan ide yang inovatif,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman mengikuti KMLI dan KRTI dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, terutama dalam menguji keandalan prototipe dan menghadapi persoalan teknis di lapangan.

“Keikutsertaan dalam dua kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan perkuliahan dalam proyek teknologi. Mulai dari desain, manufaktur, sistem kelistrikan, pengujian, hingga evaluasi dilakukan dalam proses pengembangan kendaraan listrik dan pesawat nirawak,” ungkapnya.

“Capaian tersebut sekaligus menambah pengalaman mahasiswa UM dalam pengembangan teknologi berbasis rekayasa, sekaligus mengasah kemampuan kerja tim dan pemecahan masalah melalui kompetisi tingkat nasional,” imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....