UB Digitalisasi Museum Pendidikan Malang lewat Video Profil dan Website
- 11 Sep 2026 13:59 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Akses masyarakat terhadap informasi sejarah pendidikan di Museum Pendidikan Malang diperluas melalui pemanfaatan teknologi digital. Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) mengembangkan website dan video profil Museum Pendidikan Malang melalui program Dosen Berkarya (DOKAR) 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, yakni 3 dan 20 Agustus 2026, dengan melibatkan tujuh dosen Prodi Bahasa dan Sastra Prancis FIB UB, sejumlah mahasiswa, serta videografer profesional.
Ketujuh dosen tersebut yakni Dr. Ria Yuliati, S.Pd., M.A., Intan Dewi Savitri, S.S., M.Hum., Rosana Hariyanti, S.S., M.A., Dr. Eni Sugiharyanti, S.S., M.Hum., Dr. Sigit Prawoto, S.Pd., M.Hum., Lusia Neti Harwati, S.S., M.Ed., dan Eri Susanto, S.S., M.Hum.
Pada tahap pertama, tim melakukan pengambilan foto, video, dan penyusunan narasi mengenai museum untuk kebutuhan pengembangan website.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, yakni 3 dan 20 Agustus 2026, dengan melibatkan tujuh dosen Prodi Bahasa dan Sastra Prancis FIB UB, sejumlah mahasiswa, serta videografer profesional.
Ketujuh dosen tersebut yakni Dr. Ria Yuliati, S.Pd., M.A., Intan Dewi Savitri, S.S., M.Hum., Rosana Hariyanti, S.S., M.A., Dr. Eni Sugiharyanti, S.S., M.Hum., Dr. Sigit Prawoto, S.Pd., M.Hum., Lusia Neti Harwati, S.S., M.Ed., dan Eri Susanto, S.S., M.Hum.
Pada tahap pertama, tim melakukan pengambilan foto, video, dan penyusunan narasi mengenai museum untuk kebutuhan pengembangan website.
“Materi tersebut kemudian digunakan untuk menyajikan informasi museum secara digital sehingga dapat diakses masyarakat tanpa harus datang langsung ke lokasi,” kata Ria Yuliati, Jumat (11/9/2026).
Sementara pada tahap kedua, tim memproduksi video profil Museum Pendidikan Malang. Pengambilan gambar mencakup tampilan dari udara menggunakan drone, bagian luar dan dalam museum, koleksi museum, serta wawancara dengan pengelola.
“Video tersebut kemudian disunting dan dilengkapi narasi untuk memberikan gambaran mengenai Museum Pendidikan Malang kepada masyarakat,” tuturnya.
Tim DOKAR FIB UB menilai digitalisasi dapat menjadi salah satu cara memperluas jangkauan edukasi museum. Selama ini, informasi dan sumber belajar museum lebih banyak diperoleh melalui kunjungan secara langsung.
“Dengan kehadiran website dan video profil, informasi mengenai sejarah dan koleksi museum diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk pelajar, pendidik, peneliti, maupun masyarakat umum,” ungkapnya.
Selain sebagai media informasi, website tersebut diarahkan menjadi sarana pendukung pembelajaran berbasis museum. Materi digital yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan sejarah pendidikan dan warisan budaya kepada masyarakat melalui platform daring.
Program DOKAR 2026 ini menghasilkan dua luaran utama, yakni website dan video profil Museum Pendidikan Malang. Keduanya diharapkan dapat mendukung pengembangan fungsi edukasi museum sekaligus memperluas akses publik terhadap informasi mengenai sejarah pendidikan.
“Ke depan, pengembangan program dapat mencakup penerjemahan informasi museum ke dalam bahasa asing, penyuntingan label koleksi, pengembangan fasilitas museum, serta pelatihan bagi pengelola museum dan pelajar,” tandasnya.
Sementara pada tahap kedua, tim memproduksi video profil Museum Pendidikan Malang. Pengambilan gambar mencakup tampilan dari udara menggunakan drone, bagian luar dan dalam museum, koleksi museum, serta wawancara dengan pengelola.
“Video tersebut kemudian disunting dan dilengkapi narasi untuk memberikan gambaran mengenai Museum Pendidikan Malang kepada masyarakat,” tuturnya.
Tim DOKAR FIB UB menilai digitalisasi dapat menjadi salah satu cara memperluas jangkauan edukasi museum. Selama ini, informasi dan sumber belajar museum lebih banyak diperoleh melalui kunjungan secara langsung.
“Dengan kehadiran website dan video profil, informasi mengenai sejarah dan koleksi museum diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk pelajar, pendidik, peneliti, maupun masyarakat umum,” ungkapnya.
Selain sebagai media informasi, website tersebut diarahkan menjadi sarana pendukung pembelajaran berbasis museum. Materi digital yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan sejarah pendidikan dan warisan budaya kepada masyarakat melalui platform daring.
Program DOKAR 2026 ini menghasilkan dua luaran utama, yakni website dan video profil Museum Pendidikan Malang. Keduanya diharapkan dapat mendukung pengembangan fungsi edukasi museum sekaligus memperluas akses publik terhadap informasi mengenai sejarah pendidikan.
“Ke depan, pengembangan program dapat mencakup penerjemahan informasi museum ke dalam bahasa asing, penyuntingan label koleksi, pengembangan fasilitas museum, serta pelatihan bagi pengelola museum dan pelajar,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....