Aizzahra Heri Bersama Tim Raih Juara 1 Lomba Video Kreatif Kampanye Anti-Pelecehan
- 11 Sep 2026 15:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), Aizzahra Heri Putri Permata, berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Video Kreatif Kampanye Anti-Pelecehan Seksual pada BK Impact Festival 2026 yang digelar Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA) Bekasi.
Prestasi tersebut menjadi pengalaman pertama Aizzahra mengikuti lomba video kreatif. Dalam Talkshow Sore Ceria RRI Malang, Rabu (9/9/2026), ia mengungkapkan, keikutsertaannya berawal dari ajakan seorang teman untuk berkolaborasi dalam kompetisi tersebut.
Menurut Aizzahra, konsep dan naskah video telah disiapkan oleh tim. Sementara para peserta bertugas memahami naskah serta mendalami karakter yang diperankan masing-masing.
Video berjudul “Aku Tidak Sendiri” tersebut mengangkat kisah dari sudut pandang korban pelecehan seksual. Cerita kemudian dikembangkan melalui rangkaian kejadian yang menunjukkan adanya dukungan dari orang-orang di sekitar korban.
Pesan utama yang disampaikan dalam video menggunakan konsep 5D, yaitu Distract, Direct, Delegate, Document, dan Delay. Kelima tindakan tersebut menggambarkan berbagai cara yang dapat dilakukan ketika seseorang menyaksikan pelecehan seksual.
Distract dilakukan dengan mengalihkan perhatian pelaku, Direct dengan menegur pelaku, Delegate dengan meminta bantuan pihak yang berwenang atau orang lain, Document dengan mendokumentasikan kejadian, serta Delay dengan memberikan dukungan kepada korban setelah kejadian.
Aizzahra sendiri berperan sebagai karakter Distract. Ia bertugas mengalihkan perhatian pelaku sehingga korban memiliki kesempatan untuk menjauh dan mencari tempat yang lebih aman.
Menurutnya, peran tersebut menunjukkan bahwa orang-orang di sekitar korban juga dapat mengambil tindakan ketika menyaksikan pelecehan seksual.
“Jadi kita tidak hanya diam ketika melihat ada pelecehan seksual. Kita bisa melakukan sesuatu untuk membantu korban, salah satunya dengan mengalihkan perhatian pelaku,” jelas Aizzahra.
Proses produksi video berlangsung relatif singkat. Pengambilan gambar dilakukan di lingkungan kampus dan hanya membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Sementara proses pembacaan naskah dan pendalaman karakter dilakukan melalui pertemuan daring maupun secara langsung.
Video tersebut kemudian dikemas dalam durasi sekitar dua hingga tiga menit dengan mengutamakan penyampaian pesan kampanye secara singkat dan mudah dipahami.
Bagi Aizzahra, keterlibatan dalam kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk mencoba hal baru sekaligus mengasah kemampuan tampil di depan kamera. Ia mengaku sebelumnya belum pernah mengikuti lomba video kreatif.
Keberhasilan meraih juara pertama pun menjadi pengalaman berharga yang mendorongnya untuk lebih berani mengikuti berbagai kompetisi dan mencoba bidang baru di luar kegiatan akademik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....