Pasuruan Excellent Teacher Bekali Guru Hadapi Generasi Alpha
- 06 Sep 2026 13:12 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama PGRI dan Asta Global menyiapkan Pasuruan Excellent Teacher 2026 bagi tenaga pendidik. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan guru menghadapi karakter belajar Generasi Alpha yang tumbuh bersama teknologi.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan sekaligus Ketua Dewan Pakar PGRI Kabupaten Pasuruan, H. Didik Suriyanto, S.Pd., M.MPd., mengatakan perubahan karakter peserta didik saat ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Menurutnya, anak-anak bahkan sejak usia PAUD telah terbiasa menggunakan perangkat digital dan berbagai informasi di dalamnya.
“Kalau ini enggak difilter oleh orang tua, sangat bahaya sekali," katanya saat dikonfirmasi RRI pada Jumat (4/9/2026).
Didik menilai pola pembelajaran konvensional tidak lagi cukup untuk menghadapi peserta didik yang sejak kecil telah akrab dengan teknologi. Guru perlu menyesuaikan strategi pembelajaran agar materi dapat diterima dengan lebih efektif oleh peserta didik.
Bendahara PGRI Kabupaten Pasuruan, Yeni Krisdiyanti, S.Pd.,M.MPd., mengatakan tantangan guru saat ini adalah mengubah gaya mengajar konvensional menjadi lebih interaktif. Selain kemampuan teknologi, guru juga dituntut memiliki kecerdasan emosional agar mampu memahami karakter peserta didik.
“Guru itu harus mengubah gaya mengajar yang konvensional itu menjadi jauh lebih interaktif sehingga guru-guru itu harus memiliki kecerdasan emosional yang baik," ujar Yeni.
Promotor Pasuruan Excellent Teacher 2026, Joseph Ananta, S.S., mengatakan kegiatan tersebut dirancang dalam bentuk seminar dan workshop nasional yang membahas teknologi pembelajaran serta pendekatan emosional terhadap peserta didik. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan, di antaranya Kak Seto, Teacher Zain, dan Profesor Daniel Ginting.
Joseph menyebut materi kegiatan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga membantu guru memahami kebutuhan dan potensi setiap anak. Guru diharapkan mampu melihat peserta didik bukan sekadar berdasarkan kemampuan akademiknya, tetapi juga bakat yang dimiliki.
“Bapak Ibu Guru bisa meng-upgrade ilmu dan juga nantinya saya harap bisa melihat semua anak adalah bintang," kata Joseph.
Pasuruan Excellent Teacher 2026 dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 6 September 2026 dengan konsep hybrid. Dari sekitar 4.000 peserta yang ditargetkan, sebanyak 1.000 peserta mengikuti kegiatan secara langsung, sementara sekitar 3.000 lainnya mengikuti secara daring.
Didik mengatakan pemerintah daerah menyambut baik kegiatan tersebut karena pembangunan pendidikan tidak cukup hanya melalui penyediaan sarana dan prasarana. Setelah infrastruktur pendidikan diperkuat, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting untuk menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Kalau masalah sarana prasarana, itu di Kabupaten Pasuruan, itu saya anggap sudah selesai," katanya.
Menurut Didik, guru juga tidak boleh melihat perubahan teknologi dan karakter peserta didik sebagai beban dalam menjalankan tugas pendidikan. Pengembangan kompetensi justru diperlukan agar guru mampu memberikan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus relevan bagi Generasi Alpha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....