Tiga Kampus Kaji Strategi Digitalisasi UMKM Kreatif Jatim

  • 01 Sep 2026 17:11 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang – Tiga perguruan tinggi di Jawa Timur mengkaji strategi transformasi digital dan ekonomi hijau untuk memperkuat ketahanan UMKM kreatif menghadapi perubahan lingkungan usaha. Penelitian tersebut melibatkan Universitas Airlangga (UNAIR), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

Kolaborasi yang dimulai sejak 30 April 2026 tersebut merupakan bagian dari skema Riset Jatim Melaju dengan tema “Transformasi Digital dan Strategi Resiliensi Industri Kreatif Berbasis Green Economy untuk Pencapaian SDGs pada Ekosistem UMKM”.

Penelitian dipimpin Dr. Dyah Puspitasari Srirahayu, S.Kom., M.Hum. dari Universitas Airlangga, dengan melibatkan Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Dr. Ely Masykuroh, M.S.I. dari UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

Ketua tim peneliti, Dr. Dyah Puspitasari Srirahayu mengatakan, transformasi digital bagi UMKM tidak cukup dimaknai sebagai penggunaan teknologi dalam aktivitas usaha.
“Digitalisasi juga berkaitan dengan kemampuan pelaku usaha mengelola informasi, mengambil keputusan, memperluas pasar, serta meningkatkan efisiensi,” katanya, Selasa (1/9/2026).

Dalam penelitian tersebut, aspek ketahanan usaha juga menjadi perhatian untuk melihat kemampuan UMKM kreatif menghadapi perubahan pasar dan lingkungan bisnis.

“Kolaborasi tiga perguruan tinggi digunakan untuk menggabungkan sejumlah perspektif dalam memahami persoalan UMKM kreatif,” tutur Dyah.
UNAIR berkontribusi pada aspek tata kelola informasi, transformasi digital, dan kerangka ketahanan usaha. Sementara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat kajian kewirausahaan dan ekonomi syariah, sedangkan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo memberikan perspektif ekonomi hijau, resiliensi bisnis, dan pembangunan berkelanjutan.

“Selain digitalisasi, penelitian juga menempatkan konsep ekonomi hijau sebagai bagian dari strategi pengembangan UMKM. Pendekatan tersebut mendorong pelaku usaha memperhatikan efisiensi penggunaan sumber daya, keberlanjutan lingkungan, serta tanggung jawab sosial dalam menjalankan bisnis,” ujarnya.

Tim peneliti berharap hasil kajian dapat menjadi dasar bagi UMKM kreatif dalam menyusun strategi usaha yang lebih adaptif terhadap perubahan. Pemanfaatan teknologi digital, inovasi bisnis, pengelolaan informasi, serta praktik usaha yang memperhatikan keberlanjutan menjadi sejumlah aspek yang dikaji.

Penelitian ini juga telah memasuki tahapan monitoring dan evaluasi (Monev) laporan kemajuan Riset Jatim Melaju 2026 yang digelar pada 29 Juli 2026 di UB Guest House Malang.

“Monev dilakukan untuk melihat perkembangan penelitian, capaian sementara, tantangan pelaksanaan, serta langkah tindak lanjut agar target dan luaran penelitian tetap sesuai dengan rencana,” katanya.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga rekomendasi yang dapat dimanfaatkan dalam penguatan ekosistem UMKM kreatif di Jawa Timur. Penelitian ini didanai melalui RKAT Direktorat Riset dan Inovasi Universitas Airlangga Tahun 2026–2027 dalam Program Riset Jatim Melaju berdasarkan Kontrak Nomor 1224/B/DST/UN3.DRI/PT.01.03/2026.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....