KKN MAs Kelompok 14 Edukasi Kesehatan Menstruasi Remaja Toyomarto
- 24 Agt 2026 08:59 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kegiatan Posyandu Remaja yang diselenggarakan oleh KKN MAs 2026 Kelompok 14 di Dusun Bodean Krajan, Desa Toyomarto merupakan salah satu bentuk upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran remaja, khususnya remaja putri, terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
Dalam kegiatan ini, remaja putri mendapatkan edukasi mengenai menstruasi yang disampaikan oleh Jerika Yolanda Anindyanti, S.Tr. Keb. Materi yang diberikan meliputi pengertian menstruasi, siklus menstruasi, perubahan yang terjadi selama menstruasi, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta cara menghadapi keluhan yang umum terjadi saat menstruasi, khususnya kram atau nyeri perut.
Selain penyampaian materi, peserta juga diajak melakukan praktik gerakan sederhana berupa Child Pose dan Cat-Cow sebagai salah satu cara untuk membantu memberikan rasa nyaman dan mengurangi ketegangan tubuh saat mengalami kram menstruasi.
| Baca juga: PKK Sukomulyo Dapat Edukasi Pengelolaan Obat |
Melalui kegiatan ini, KKNMAs 2026 Kelompok 14 berharap remaja putri di Dusun Bodean Krajan dapat lebih mengenali dan memahami kondisi tubuhnya, mampu memantau siklus menstruasi, menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi, serta tetap aktif dan produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari selama menstruasi.
Selain itu, Dalam rangka meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan menstruasi, dilaksanakan program kerja berupa edukasi tentang dismenore (nyeri haid) serta pengenalan minuman herbal berbahan dasar jahe dan kunyit sebagai salah satu pilihan terapi komplementer nonfarmakologis.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai pengertian dismenore, keluhan yang dapat ditimbulkan, serta alternatif sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi rasa nyeri saat menstruasi. Dismenore merupakan nyeri pada bagian bawah perut yang muncul akibat kontraksi rahim saat menstruasi dan dapat mengganggu aktivitas, konsentrasi, serta kenyamanan remaja.
Selain memberikan edukasi, program kerja ini juga diwujudkan melalui pembuatan minuman herbal jahe–kunyit. Pemilihan bahan tersebut didasarkan pada manfaat yang terdapat dalam materi edukasi, di mana jahe dapat membantu meredakan mual, mengurangi kram perut, dan membantu meredakan nyeri menstruasi. Sementara itu, kunyit mengandung curcumenol dan berperan dalam membantu menekan produksi prostaglandin berlebih serta membantu mengurangi rasa nyeri saat menstruasi.
Pembuatan minuman herbal ini diharapkan dapat memberikan keterampilan praktis karena bahan yang digunakan mudah ditemukan dan proses pembuatannya sederhana. Minuman dibuat menggunakan 2 ruas kunyit, 1 ruas jahe, 400 ml air, serta 1–2 sendok makan madu atau gula merah sebagai tambahan. Jahe dan kunyit dicuci, dikupas, kemudian diiris atau digeprek dan direbus selama kurang lebih 10–15 menit sebelum disaring dan disajikan hangat.
Dalam pelaksanaan program kerja ini, pengetahuan yang menjadi dasar kegiatan diperoleh dari pembelajaran bersama Ibu Leya Indah Permata Sari, S.Kep., Ners., M.Kep. Pengetahuan yang diperoleh kemudian dikembangkan dan diterapkan dalam bentuk edukasi serta praktik pembuatan minuman herbal.
Melalui program kerja ini, diharapkan remaja tidak hanya memahami mengenai dismenore, tetapi juga memiliki pengetahuan mengenai salah satu pilihan terapi komplementer yang praktis dan mudah dibuat. Dengan demikian, edukasi mengenai kesehatan menstruasi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara sederhana dan bermanfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....