Mahasiswa KKN MAs 76 Ajak Anak TPQ Nur Rohman Berkreasi lewat Ecoprint

  • 17 Agt 2026 12:26 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Suasana halaman TPQ Nur Rohman, Desa Tulungrejo, Minggu (9/8/2026) sore, tampak berbeda dari biasanya. Selepas salat Asar, sekitar 30 anak mulai dari usia TK hingga kelas 6 SD mengikuti kegiatan membuat ecoprint yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 76. Anak-anak terlihat antusias memukul-mukul dedaunan yang telah ditata di atas totebag putih menggunakan batu. Kegiatan bertajuk “Daun Jadi Karya” tersebut menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar sekaligus mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, halaman TPQ disulap menjadi ruang belajar dan bermain. Mahasiswa KKN MAs Kelompok 76 telah menyiapkan totebag, daun, serta batu yang digunakan dalam proses pembuatan ecoprint. Daun-daun tersebut dikumpulkan dari lingkungan sekitar dan dipilih dengan mempertimbangkan kadar air agar motif yang dihasilkan lebih tajam dan dapat menempel dengan baik pada kain. Anak-anak kemudian menata daun sesuai pola yang diinginkan sebelum memukulnya menggunakan batu. Teknik sederhana tersebut membuat klorofil dan pigmen alami dari daun menempel pada kain dan menghasilkan motif yang berbeda pada setiap totebag.

Kegiatan yang berlangsung sekitar satu setengah jam, mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB, juga mendapat sambutan positif dari para wali santri. Beberapa orang tua turut berbaur dan membantu anak-anak dalam proses penataan daun maupun mencoba teknik pukul. Ustadzah Sulistina selaku pengajar TPQ Nur Rohman turut menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru bagi anak-anak di luar kegiatan mengaji. Bagi mahasiswa KKN MAs Kelompok 76, kegiatan ini tidak sekadar menjadi aktivitas untuk mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan pemanfaatan bahan alami sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Ketua Kelompok 76, Safrianton Julia, mengatakan bahwa pemilihan ecoprint didasarkan pada keinginan untuk mengenalkan kepada anak-anak bahwa bahan alami yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan menjadi karya yang menarik. “Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa bahan alami di sekitar, seperti daun, bisa dimanfaatkan menjadi karya yang menarik. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan kepedulian mereka terhadap lingkungan sejak dini,” ujarnya. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa daun yang sering dianggap tidak bernilai dapat dimanfaatkan sebagai pewarna dan pembentuk motif alami pada kain.

Antusiasme juga terlihat dari anak-anak yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Salah satu siswa TPQ, Krisna, mengaku senang dapat membuat ecoprint karena bisa bermain dengan daun sekaligus menghasilkan karya sendiri. Setiap anak kemudian diperbolehkan membawa pulang totebag hasil karyanya sebagai kenang-kenangan. Mahasiswa KKN MAs Kelompok 76 berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendorong kreativitas dan rasa percaya diri anak-anak. Bagi masyarakat Desa Tulungrejo, kegiatan ini juga menjadi contoh bahwa bahan-bahan sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai apabila dimanfaatkan secara kreatif dan bijaksana. (Devi Nurlatifah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....