KKN MAs Kelompok 80 Kenalkan Ragam Olahan Bayam di Desa Pandanajeng
- 14 Agt 2026 21:17 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 80 melaksanakan sosialisasi pemanfaatan sayur bayam sekaligus demonstrasi pembuatan roti goreng dan roti kukus berbahan dasar bayam bersama masyarakat RT 02 dan RT 03 Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja Kelompok 80 yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan potensi pangan lokal menjadi produk olahan yang kreatif, bergizi, dan memiliki nilai tambah. Program ini dikoordinasikan oleh Nurul Hudayad dan Nutriyani sebagai penanggung jawab kegiatan.
Kegiatan diawali dengan pengambilan atau pemanenan bayam yang tersedia di lingkungan Desa Pandanajeng untuk digunakan sebagai bahan utama dalam inovasi pengolahan pangan. Mahasiswa kemudian memberikan sosialisasi kepada masyarakat RT 02 dan RT 03 mengenai manfaat bayam serta berbagai cara pengolahannya menjadi produk makanan. Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman bahwa bayam tidak hanya dapat dikonsumsi sebagai sayuran, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan makanan lainnya, termasuk roti. Pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengembangkan potensi pangan lokal.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MAs Kelompok 80 memperkenalkan inovasi berupa roti goreng dan roti kukus berbahan dasar bayam. Kedua produk dipilih karena proses pengolahannya relatif sederhana dengan bahan yang mudah ditemukan. Setelah penyampaian materi, mahasiswa melakukan demonstrasi pembuatan secara langsung, mulai dari persiapan bahan, pengolahan bayam, pembuatan dan pencampuran adonan, pembentukan adonan, hingga proses pengolahan melalui penggorengan dan pengukusan. Melalui praktik tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung tahapan pembuatan produk sekaligus memahami cara mengolah bayam menjadi makanan yang memiliki nilai tambah.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme masyarakat RT 02 dan RT 03. Selain menyimak demonstrasi, masyarakat juga berkesempatan berdiskusi dengan mahasiswa mengenai pemanfaatan bayam serta kemungkinan pengembangan produk olahan tersebut. Nurul Hudayad dan Nutriyani selaku penanggung jawab program bersama mahasiswa Kelompok 80 berharap kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan yang sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Pemanfaatan bayam sebagai bahan olahan diharapkan tidak hanya menjadi alternatif dalam mengonsumsi sayuran, tetapi juga dapat mendorong kreativitas masyarakat dalam mengembangkan produk pangan lokal.
Melalui kegiatan tersebut, KKN MAs Kelompok 80 berupaya menghadirkan bentuk pengabdian yang bersifat edukatif dan aplikatif. Pengetahuan yang diberikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga disertai praktik secara langsung sehingga masyarakat memiliki gambaran untuk mencoba secara mandiri. Pemanfaatan bayam menjadi roti goreng dan roti kukus diharapkan dapat meningkatkan nilai guna bahan pangan yang tersedia di Desa Pandanajeng. Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, inovasi tersebut juga berpotensi menjadi salah satu alternatif produk usaha rumahan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kelompok 80 berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terus memanfaatkan potensi lingkungan sekitar menjadi produk pangan yang inovatif, bermanfaat, dan memiliki nilai ekonomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....