Mahasiswa KKN MAs Kelompok 80 Dampingi UMKM Desa Pandanjeng untuk Manfaatkan QRIS
- 14 Agt 2026 21:16 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 80 melaksanakan sosialisasi dan pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pandanjeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pada 1 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Dolvi Kristiandi Kuamolo selaku penanggung jawab program turut mengoordinasikan kegiatan agar sosialisasi dan pendampingan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaannya, Ewi Yunita selaku penanggung jawab turut memberikan pendampingan kepada masyarakat dan pelaku UMKM, khususnya dalam proses registrasi serta pengisian persyaratan administrasi pembuatan QRIS. Pendampingan dilakukan secara langsung agar pelaku UMKM dapat memahami setiap tahapan pembuatan QRIS dengan lebih mudah dan mampu menggunakannya dalam kegiatan jual beli sehari-hari. Kegiatan tersebut diikuti sejumlah pelaku UMKM Desa Pandanjeng, di antaranya Es Degan Alif, Pidia Kosmetik, dan Molen Kayla. Kehadiran pelaku usaha dari berbagai bidang menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung aktivitas ekonomi di tingkat desa.
Mahasiswa KKN MAs Kelompok 80 memberikan pemaparan mengenai pentingnya digitalisasi transaksi bagi pelaku usaha. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan QRIS, manfaat pembayaran secara non-tunai, serta langkah-langkah pendaftaran hingga penggunaan QRIS dalam kegiatan jual beli. Setelah penyampaian materi, mahasiswa memberikan pendampingan secara langsung dalam proses registrasi dan pengisian persyaratan administrasi. Pendampingan tersebut dilakukan agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai QRIS, tetapi juga memahami proses pembuatannya serta tahapan yang harus dilakukan sesuai prosedur. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para pelaku UMKM aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai penggunaan QRIS dalam kegiatan usaha. Mahasiswa kemudian mendampingi pelaku UMKM mengikuti setiap tahapan pembuatan QRIS hingga proses aktivasi.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM memperoleh pemahaman mengenai kemudahan transaksi digital yang lebih cepat, aman, praktis, dan efisien. Penggunaan QRIS juga diharapkan dapat memberikan alternatif pembayaran bagi pelanggan sekaligus membantu pelaku usaha menyesuaikan diri dengan perkembangan transaksi digital. Selain mempermudah proses pembayaran, pemanfaatan QRIS diharapkan mampu memperluas jangkauan pelanggan dan meningkatkan daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital. Bagi masyarakat Desa Pandanjeng, pemahaman terhadap teknologi pembayaran digital menjadi salah satu langkah untuk mengikuti perubahan pola transaksi yang semakin berkembang.
Program sosialisasi dan pendampingan pembuatan QRIS tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN MAs Kelompok 80 dalam mendukung transformasi digital di tingkat desa. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada proses pembuatan QRIS, tetapi dapat mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkannya secara berkelanjutan dalam menjalankan usaha. Dengan adanya pendampingan tersebut, pelaku UMKM di Desa Pandanjeng diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan daya saing. Pemanfaatan QRIS juga diharapkan menjadi salah satu langkah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Desa Pandanjeng yang lebih maju dan inklusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....