Kolaborasi Kampus Kembangkan Teh Daun Kopi Desa Bayan lewat Living Laboratory
- 13 Agt 2026 11:46 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Potensi hasil bumi lokal Desa Bayan, Lombok Utara, terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi. Melalui program Bestari Saintek “Ko-Kreasi Transformasi Produk Kopi dan Rimpang Berbasis Riset dalam Ekosistem Rintisan Wellness Eco-Tourism di Desa Bayan sebagai Kawasan Penyangga Geopark Rinjani, Lombok Utara”, tim peneliti bersama mahasiswa mulai melakukan observasi dan pemetaan potensi desa, salah satunya melalui pemanfaatan teh daun kopi menjadi produk bernilai tambah.
Tim peneliti Bestari Saintek LPDP tersebut diketuai Prof. Kiki Fibrianto, STP., MPhil., PhD. dari Universitas Brawijaya, bersama Rosalina Edy Swandayani, S.Si., M.Si. dari Universitas Al-Azhar Mataram, Dr. Ir. Dana Masyetia Utama, ST., MT. dari Universitas Muhammadiyah Malang, Herman, SST.Par., M.Par dari Politeknik Pariwisata Lombok, Dr. Ir. Satrijo Saloko, MP dari Universitas Mataram, Wike Agustin Prima Dania, STP., M.Eng., Ph.D. dari Universitas Brawijaya, Luluk Mamluhah, S.Si., Eka Shinta Wulandari, STP., MP., serta Mariani L., SP., MSc. Tim tersebut juga dibantu tiga mahasiswa S1 Universitas Brawijaya melalui Program Mahasiswa Membangun Desa yang terintegrasi dengan Bestari Saintek, yakni Justin Evan Kristanto dari Bioteknologi, Miftahul Rayyan Alfarezy dan Ahmad Rafa Ziyadatullah Umar dari Teknologi Pangan.
| Baca juga: Pemkot Malang Sambut Antusias Program 3M |
Kolaborasi lintas bidang ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program karena menggabungkan perspektif ilmu pangan dan teknologi, pengembangan produk, hingga pariwisata. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi berbasis produk, tetapi juga mempertimbangkan peluang pengembangan ekonomi dan pariwisata di Desa Bayan.
Salah satu potensi yang menjadi perhatian tim adalah teh daun kopi yang merupakan hasil bumi lokal Desa Bayan. Bersama mahasiswa, tim mengeksplorasi peluang pengembangan teh daun kopi menjadi sejumlah produk inovatif, di antaranya minuman berbasis bubuk instan serta masker yang memanfaatkan ampas teh daun kopi. Meski demikian, produk tersebut masih berada pada tahap awal dan membutuhkan penelitian serta pengujian lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik, kualitas, keamanan, formulasi, serta potensi penerapannya.
Karena itu, kegiatan di lapangan tidak hanya berfokus pada pembuatan produk. Tim dan mahasiswa juga melakukan observasi untuk memahami kondisi, potensi, serta berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Pada hari pertama, tim mahasiswa bersama dosen melakukan rapat koordinasi di Kota Mataram untuk membahas arah program, potensi pengembangan produk, serta strategi pelaksanaan kegiatan di Desa Bayan. Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk menyatukan berbagai bidang keilmuan yang terlibat dalam program.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Dinas Pariwisata untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Dalam pertemuan tersebut, tim memperkenalkan program sekaligus mendiskusikan potensi kerja sama dalam mendukung pengembangan Desa Bayan, khususnya melalui penguatan produk lokal dan keterkaitannya dengan potensi pariwisata.
Melalui pendekatan berbasis riset dan kolaborasi, pengembangan teh daun kopi diharapkan tidak berhenti pada penciptaan produk. Inovasi tersebut diarahkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil bumi Desa Bayan sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal. Produk yang berasal dari desa diharapkan nantinya mampu menjangkau masyarakat di luar daerah, sehingga potensi lokal Desa Bayan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sekaligus dapat memperkenalkan identitas dan kekayaan hasil bumi setempat.
Meski saat ini masih berada pada tahap observasi, penelitian, dan pengembangan awal, kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem inovasi berbasis potensi lokal melalui inisiasi Living Laboratory. Sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan produk yang berkelanjutan sekaligus mendukung peningkatan perekonomian masyarakat Desa Bayan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....