Speak Lab Sesuaikan Metode Public Speaking dengan Karakter Anak
- 12 Agt 2026 14:29 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Speak Lab Academy menerapkan metode pembelajaran public speaking yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan setiap anak. Pendekatan ini dilakukan agar siswa merasa lebih nyaman sekaligus mendapat kesempatan praktik berbicara secara maksimal.
Owner Speak Lab Academy, Farah Adilah, mengatakan terdapat tiga pilihan pembelajaran yang diterapkan, yakni kelas reguler, online, dan home visit.
“Kalau reguler itu majunya terbatas karena satu kelas delapan anak. Kalau online hanya dua anak tapi bisa maksimal. Kalau home visit private sendiri, full satu jam untuk anak itu sendiri,” ujar Farah pada Kamis (6/8/2026)
Menurut Farah, jumlah siswa yang dibatasi dalam setiap kelas menjadi salah satu cara agar setiap anak memiliki kesempatan untuk tampil. Dalam satu kali pertemuan, siswa dapat maju ke depan sekitar dua hingga tiga kali.
Ia menilai praktik menjadi bagian penting dalam pembelajaran public speaking. Anak tidak cukup hanya memahami teori, tetapi perlu dibiasakan untuk berbicara secara langsung.
“Public speaking harus praktik. Kalau teori saja kayaknya kurang mengena,” katanya.
Bagi anak yang masih sangat pemalu, Speak Lab menyediakan metode home visit. Pembelajaran dilakukan secara individu di rumah agar anak terlebih dahulu merasa aman dan nyaman sebelum bergabung dengan kelas reguler.
“Ada beberapa anak didik kita yang sangat amat pemalu. Mamanya menawarkan home visit dulu karena ingin mempersiapkan. Jadi satu bulan dulu home visit, nanti lanjut ke kelas reguler bertemu teman-teman,” jelas Farah.
Sementara untuk pembelajaran online, Speak Lab menerapkan sistem semi-private dengan dua siswa dalam satu kelas. Meski dilakukan secara daring, siswa tetap diarahkan untuk aktif berbicara dan menggunakan gestur saat menyampaikan cerita.
Farah mencontohkan salah satu siswanya yang pada awalnya belum terbiasa berbicara di depan kamera. Setelah menjalani latihan selama dua bulan, kemampuan berbicaranya mulai berkembang, termasuk dari sisi volume suara dan penggunaan gestur.
“Ketika dia sudah ada perkembangan di dua bulan, dia lancar, suaranya keras dan itu berdiri. Jadi bukan duduk, dia merasa aman,” ungkap Farah.
Dalam proses pembelajaran, siswa juga menggunakan worksheet sebagai panduan. Namun, anak tidak diminta menghafalkan teks. Mereka hanya diberikan sejumlah poin untuk kemudian dikembangkan menggunakan kalimat sendiri.
“Kita kasih poin-poinnya saja. Jadi dia memang harus terbiasa merangkai kata-kata sendiri secara spontan,” kata Farah.
Speak Lab juga memiliki kurikulum pembelajaran selama enam bulan. Materi tidak harus berpindah jika siswa belum menguasai kemampuan sebelumnya. Pengulangan dilakukan sampai anak benar-benar mampu menyampaikan materi dengan lancar.
“Kalau misalnya materi sebelumnya belum lancar, kita ulang. Kita cari lagi barang yang lain sampai nanti dia bisa mendeskripsikan dengan lancar,” ujarnya.
Saat ini, Speak Lab Academy memiliki sekitar 60 siswa dari berbagai daerah. Selain dari Malang, pembelajaran secara online juga diikuti siswa dari Lombok, Palembang, hingga Jawa Tengah.
Melalui metode yang menyesuaikan karakter anak, Speak Lab Academy berupaya membangun kemampuan public speaking secara bertahap, dengan menempatkan praktik dan rasa nyaman siswa sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran.:::
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....