Speak Lab Academy Latih Public Speaking Anak sejak Usia Dini
- 12 Agt 2026 14:31 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Kemampuan berbicara di depan umum menjadi salah satu keterampilan yang perlu dibangun sejak usia dini. Melihat kebutuhan tersebut, Speak Lab Academy hadir sebagai wadah pembelajaran public speaking bagi anak dan remaja untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus kepercayaan diri.
Owner Speak Lab Academy, Farah Adilah, mengatakan program pembelajaran ditujukan bagi anak mulai usia empat hingga 15 tahun atau jenjang SMA. Sementara bagi orang dewasa, Speak Lab menyediakan kelas secara private.
“Speak Lab Academy di sini adalah tempat kursus untuk public speaking anak yang kita mulai dari usia 4 tahun sampai di usia 15 tahun,” ujar Farah saat ditemui di RRI Malang, Kamis (6/8/2026)
Menurut Farah, kemampuan komunikasi yang baik tidak selalu membuat anak berani tampil di depan umum. Rasa malu, takut salah, hingga kurang percaya diri masih menjadi hambatan yang sering ditemui ketika anak harus berbicara di depan orang lain.
Pengalaman tersebut juga menjadi awal Farah mendirikan Speak Lab Academy. Ia melihat anak pertamanya memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tetapi masih merasa takut ketika harus tampil di depan kelas.
“Anak saya yang pertama itu takut buat maju ke depan kelas. Padahal ketika saya tes, kelebihannya justru di komunikasi,” katanya.
Farah kemudian mulai melatih anaknya secara mandiri di rumah setiap akhir pekan. Perkembangan latihan tersebut ia bagikan melalui media sosial dan ternyata mendapat respons dari sejumlah orang yang memiliki persoalan serupa.
“Alhamdulillah ada hasilnya. Saya video dan saya bikin story di WhatsApp. Terus ada beberapa teman yang bilang butuh bantuan. Mulai dari situ akhirnya terkumpullah 10 orang pertama,” jelasnya.
Dalam proses pembelajaran, Speak Lab tidak hanya memberikan materi teori. Setiap siswa mendapat kesempatan untuk langsung mempraktikkan kemampuan berbicara. Jumlah peserta dalam kelas reguler juga dibatasi maksimal delapan anak agar kesempatan tampil dapat diberikan secara merata.
Farah mengatakan, sejumlah hambatan yang paling sering ditemukan pada siswa baru antara lain suara terlalu kecil, intonasi yang belum terbentuk, gestur yang masih kaku, serta rasa takut untuk tampil di depan orang lain.
“Rata-rata anak trial itu masih diam. Kemudian suara yang kecil itu yang paling umum, belum ada intonasinya, gesturnya juga masih kaku,” tuturnya.
Menurut Farah, public speaking perlu dikenalkan sejak dini karena kemampuan tersebut dapat mendukung anak dalam berbagai situasi, baik selama menempuh pendidikan maupun ketika memasuki dunia kerja di masa depan.
“Anak pintar itu sekarang banyak. Yang membedakan kita dengan yang lain ya skill public speaking-nya. Jangan sampai pintarnya sama-sama pintar tapi yang satu diam,” kata Farah.
Untuk menyesuaikan kebutuhan siswa, Speak Lab Academy menyediakan tiga metode pembelajaran, yakni kelas reguler, online, dan home visit. Pilihan tersebut memungkinkan anak belajar dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter dan tingkat kenyamanan masing-masing.
Meski baru berjalan sekitar dua bulan, Speak Lab Academy saat ini telah memiliki sekitar 60 siswa. Peserta tidak hanya berasal dari Malang, tetapi juga dari sejumlah daerah lain yang mengikuti pembelajaran secara online.
Melalui pembelajaran yang mengutamakan praktik, Speak Lab Academy berupaya membantu anak membangun keberanian berbicara secara bertahap, sehingga kemampuan komunikasi dan rasa percaya diri dapat berkembang bersamaan.
(devi resa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....