Dorong Kewirausahaan, Dosen UNITRI-UIBU Kembangkan Aquaponik di SMP Sriwedari
- 12 Agt 2026 10:32 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Pemanfaatan lahan sekolah untuk mendukung pembelajaran kewirausahaan menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan di SMP Sriwedari Malang. Melalui sistem aquaponik, siswa tidak hanya belajar budidaya ikan dan tanaman, tetapi juga dikenalkan pada proses produksi hingga pemasaran melalui kantin sekolah.
Program tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan tim dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang dan Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang sejak Mei hingga Agustus 2026.
Program bertajuk “Integrasi Aquaponik dan Kantin Sekolah sebagai Model Edu-Agropreneur dalam Pembelajaran Kewirausahaan di SMP Sriwedari” itu didukung pendanaan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Ketua tim pengabdian, A. Yusuf Kholil, S.P., M.P. mengatakan, aquaponik dipilih untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan praktik kewirausahaan. Sistem tersebut memungkinkan budidaya ikan dan sayuran dilakukan dalam satu ekosistem dengan memanfaatkan lahan sekolah.
“Selama empat bulan pelaksanaan program, kami merancang sistem aquaponik yang memungkinkan budidaya tanaman sayuran dan ikan secara bersamaan dalam satu ekosistem yang efisien,” tuturnya, Rabu (12/8/2026).
Hasil budidaya selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kantin sekolah. Dari proses tersebut, siswa dikenalkan pada tahapan produksi, pengolahan, hingga pemasaran produk.
Menurut Yusuf, pendekatan itu memungkinkan siswa memahami dasar-dasar manajemen agribisnis melalui pengalaman langsung.
“Dari proses produksi hingga pemasaran di kantin inilah siswa belajar rantai pasok dan dasar-dasar manajemen agribisnis,” katanya.
Dari aspek sains, dosen Pendidikan Biologi UIBU, Ismi Nurul Qomariyah, M.Pd. mengatakan, instalasi aquaponik juga dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran.
Siswa dapat mengamati secara langsung keterkaitan antara ikan, tanaman, air, dan siklus nutrisi dalam sistem aquaponik. Limbah metabolisme ikan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, sementara tanaman membantu menjaga kualitas air dalam sistem.
“Hal ini melatih pemikiran kritis sains sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya produksi pangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutur Ismi.
Kepala SMP Sriwedari Malang, Rudiyanto, S.Pd. menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, integrasi aquaponik dengan kantin sekolah memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam memahami kewirausahaan.
“Anak-anak menjadi lebih bersemangat karena mereka dapat melihat langsung proses dari menanam, memanen, hingga mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi,” ujarnya.
Program ini juga melibatkan Farah Mutiara, S.P., M.P., yang bersama Yusuf merupakan dosen Program Studi Agribisnis UNITRI. Kolaborasi lintas bidang tersebut menggabungkan aspek agribisnis, biologi, lingkungan, dan pendidikan dalam satu model pembelajaran.
Farah mengatakan dukungan DPPM Kemendiktisaintek menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat tersebut.
Melalui keberlanjutan sistem aquaponik yang telah dibangun, SMP Sriwedari diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik sekaligus mendorong pemanfaatan lahan sekolah untuk kegiatan produktif dan ramah lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....