UMM Dorong Kopi Endemik Desa Tlekung Tembus Pasar Digital
- 04 Agt 2026 13:58 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendorong pengembangan potensi kopi endemik di Desa Tlekung melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan kelembagaan masyarakat. Melalui pendampingan kepada Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sumber Makmur Sembada, dosen dan mahasiswa UMM memberikan pelatihan digital marketing berbasis Search Engine Optimization (SEO) sekaligus memperkuat tata kelola organisasi agar pengelolaan usaha kopi endemik dapat berkembang secara profesional dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, dosen Manajemen UMM, Ardik, menyampaikan materi mengenai strategi pemasaran digital melalui SEO. Peserta mendapatkan pemahaman tentang pentingnya mengoptimalkan informasi mengenai Kopi Srandil, profil petani, aktivitas LPHD, hingga potensi wisata edukasi kopi agar lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari seperti Google. Menurut Ardik, media digital seperti website, Instagram, dan TikTok dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan Kopi Srandil kepada masyarakat yang lebih luas, asalkan dikelola secara konsisten melalui penyajian informasi dan pembaruan konten yang berkelanjutan. Pendampingan juga dilakukan secara langsung dalam pengelolaan website resmi, akun Instagram, dan TikTok sebagai media promosi digital agar pengurus mampu mengelolanya secara mandiri.
Transformasi digital yang dilakukan tidak hanya sebatas penggunaan media sosial, tetapi juga mencakup pengembangan website resmi Kopi Srandil melalui penerapan strategi SEO secara menyeluruh. Tim UMM mendampingi pengurus LPHD dalam riset kata kunci, penyusunan konten berkualitas, optimasi struktur halaman (on-page SEO), peningkatan performa teknis website (technical SEO), hingga penerapan local SEO melalui Google Business Profile dan Google Maps. Selain itu, strategi off-page SEO juga mulai dibangun melalui kerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi, media massa, komunitas, dan direktori pariwisata untuk meningkatkan kredibilitas website di mesin pencari. Melalui langkah tersebut, website Kopi Srandil diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperkuat daya saing kopi endemik Desa Tlekung di tingkat regional maupun nasional.
Selama sesi diskusi, para pengurus LPHD menyampaikan berbagai kendala dalam memanfaatkan teknologi digital, terutama karena sebagian besar pengurus berusia di atas 40 tahun dan belum terbiasa menggunakan media digital sebagai sarana promosi. Menanggapi hal tersebut, Ardik menegaskan bahwa keterbatasan tersebut merupakan hal yang wajar dan dapat diatasi melalui proses belajar yang berkelanjutan. "Tidak perlu khawatir jika masih belum terbiasa menggunakan media digital. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar. Kami akan terus mendampingi agar pengurus LPHD mampu memanfaatkan media sosial maupun website sebagai sarana promosi kopi endemik secara mandiri," ujarnya.
Selain penguatan pemasaran digital, tim UMM juga memberikan pendampingan dalam memperkuat kelembagaan LPHD Sumber Makmur Sembada sebagai pengelola kawasan perhutanan sosial. Pendampingan meliputi penyempurnaan struktur organisasi, pembagian tugas dan fungsi pengurus, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), penguatan sistem administrasi dan dokumentasi, hingga pelatihan manajemen organisasi, kepemimpinan, pelayanan wisata, dan pemasaran digital. Pengurus juga didampingi dalam penyusunan rencana bisnis, tata kelola keuangan yang akuntabel, serta pengembangan jejaring kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan komunitas. Salah seorang anggota LPHD, Budi, mengapresiasi program tersebut karena memberikan wawasan baru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan Kopi Srandil. Melalui sinergi antara optimalisasi SEO dan penguatan kelembagaan, UMM berharap LPHD Sumber Makmur Sembada mampu mengelola usaha kopi endemik dan wisata berbasis perhutanan sosial secara lebih profesional, memperluas akses pasar digital, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....