FT UB Edukasi Rumah Sehat dan Gizi Keluarga, Dorong Kualitas Hidup Warga

  • 03 Agt 2026 13:44 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang – Mewujudkan keluarga sehat tidak cukup hanya dengan menyediakan makanan bergizi. Kondisi rumah yang memenuhi standar kesehatan juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim pengabdian Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) menggelar edukasi dan pendampingan teknis rumah sehat bagi warga Dusun Klandungan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang menggandeng PKK Medires Dusun Klandungan itu menggabungkan edukasi kesehatan lingkungan dengan pelatihan pengolahan pangan bergizi berbasis bahan lokal. Program ini menjadi upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan hunian yang sehat sekaligus memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Ketua Tim Pengabdian FT UB, Achfas Zacoeb mengatakan, rumah sehat merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas hidup masyarakat. Namun, masih banyak warga yang belum memahami aspek teknis dalam menciptakan hunian yang sehat, mulai dari ventilasi, pencahayaan, sanitasi hingga pengelolaan limbah rumah tangga.

"Pada Bulan Kemerdekaan ini kami ingin berbagi pengetahuan yang bisa langsung diterapkan di rumah. Harapannya, transfer ilmu kepada ibu-ibu dapat menjadi alternatif pengetahuan baru yang mendukung kesehatan keluarga sekaligus membuka peluang meningkatkan ekonomi rumah tangga," katanya, Senin (3/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan tiga materi utama, yakni sosialisasi konsep rumah sehat beserta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pelatihan teknologi tepat guna melalui pembuatan komposter sederhana untuk mengolah sampah organik, serta praktik mengolah makanan bergizi berbasis pangan lokal.

“Pada sesi demonstrasi memasak, peserta diajak menyusun menu sehat yang tetap ekonomis dengan memanfaatkan bahan pangan lokal,” ungkapnya.
Tim pengabdian memperagakan pembuatan tiga menu, yakni Chicken Quesadillas, Dragon Fruit Banana Smoothies, dan Pisang Goreng Ranging, disertai edukasi mengenai keamanan pangan, higiene, serta teknik memasak yang mampu mempertahankan kandungan gizi bahan makanan.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta. Salah seorang warga RT 1 RW 13 Dusun Klandungan, Triyanti menilai, pelatihan tersebut memberikan manfaat praktis bagi ibu rumah tangga.

"Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat. Selain menambah ilmu, juga menjadi inspirasi membuat makanan sehat untuk keluarga dan bisa mendukung ekonomi rumah tangga," katanya.

Hal senada disampaikan Ketua RW 13, Yuni. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami mendapatkan wawasan baru tentang pemanfaatan pangan lokal. Materinya mudah dipahami dan bisa langsung dipraktikkan di rumah untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas," ujarnya.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Brawijaya. Sebanyak delapan mahasiswa dilibatkan untuk memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, sementara dosen menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas disiplin.

Tim pengabdian terdiri atas Achfas Zacoeb dari Program Studi Teknik Sipil sebagai ketua, bersama Endra Yuafanedi Arifianto (Teknik Industri), Noviani Suryasari (Arsitektur), dan Andre Primantyo Hendrawan (Teknik Pengairan).
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....